Manyala.co – Sejumlah negara di dunia mencatat variasi suhu tahunan yang paling ekstrem, dari dataran beku Siberia hingga padang stepa Asia Tengah. Penduduk di wilayah-wilayah tersebut harus menyesuaikan diri dengan perubahan suhu tajam yang memengaruhi gaya hidup, infrastruktur, serta pola pertanian mereka.
Menurut laporan WorldAtlas, berikut sepuluh negara dengan fluktuasi suhu terbesar di dunia.
1. Rusia
Rusia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan variasi suhu paling ekstrem di planet ini. Yakutsk, dikenal sebagai kota terdingin di dunia, mencatat suhu musim dingin hingga -45°C dan suhu musim panas mencapai +30°C, dengan selisih tahunan mencapai 75°C. Fenomena ini disebabkan oleh luasnya daratan tanpa pengaruh laut, yang memperkuat efek tekanan tinggi Siberia pada musim dingin dan pemanasan intensif pada musim panas.
2. Kanada
Kawasan pedalaman Kanada, seperti Winnipeg dan Edmonton, juga mencatat fluktuasi tajam antara -30°C di musim dingin dan di atas 30°C pada musim panas. Rentang sekitar 60°C ini merupakan ciri khas iklim kontinental negara tersebut, yang dipengaruhi massa udara kutub di musim dingin dan pemanasan lintang tinggi di musim panas.
3. Amerika Serikat
Beberapa wilayah AS, termasuk Denver dan Minneapolis, menunjukkan perbedaan suhu ekstrem hingga 40°C antara musim dingin dan musim panas. Posisi geografis benua dan ketinggian yang bervariasi membuat wilayah ini rentan terhadap badai salju di musim dingin serta gelombang panas di musim panas.
4. Mongolia
Mongolia dikenal memiliki iklim kontinental ekstrem. Di Ulaanbaatar, suhu musim dingin dapat turun di bawah -30°C dan melonjak hingga 30°C saat musim panas. Ketinggian kota yang mencapai 1.300 meter serta pengaruh Gurun Gobi memperkuat perubahan suhu mendadak antara siang dan malam.
5. Kazakhstan
Sebagai negara tanpa garis pantai, Kazakhstan mengalami kontras suhu lebih dari 50°C setiap tahun. Di Nursultan dan Almaty, suhu bisa mencapai -20°C di musim dingin dan di atas 30°C di musim panas, dipicu oleh udara kering padang stepa dan jaraknya yang jauh dari laut.
6. China
Kota Harbin di Tiongkok Utara sering mencatat suhu -30°C di musim dingin dan di atas 30°C di musim panas. Cuaca ekstrem ini menjadi ciri khas kota yang dijuluki “City of Ice” tersebut, sekaligus mencerminkan pengaruh massa udara Siberia.
7. Korea Selatan
Seoul mengalami perbedaan suhu sekitar 40°C antara musim dingin dan musim panas. Musim dingin yang kering dan dingin berpadu dengan musim panas yang lembap akibat pengaruh angin muson.
8. Turki
Kota Ankara memiliki suhu yang dapat turun di bawah 0°C pada musim dingin dan naik di atas 30°C saat musim panas, dengan variasi sekitar 35°C. Perbedaan ketinggian dan pengaruh laut menjadikan Turki sebagai negara dengan kontras iklim yang beragam.
9. Iran
Teheran, yang berada di ketinggian 1.200 meter, memiliki fluktuasi suhu hampir 40°C antara musim dingin dan musim panas. Iklim kering dan kondisi dataran tinggi membuat suhu di ibu kota Iran ini ekstrem sepanjang tahun.
10. Kirgistan
Bishkek mencatat suhu -15°C di musim dingin dan lebih dari 30°C di musim panas, dengan selisih tahunan 45°C. Letaknya yang dikelilingi pegunungan membuat udara kering dan perubahan suhu harian lebih terasa.
Dampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim memperburuk kondisi ekstrem di negara-negara tersebut. Fenomena kekeringan dan banjir menyebabkan gangguan produksi pangan, penyebaran penyakit, serta kerugian ekonomi akibat kerusakan infrastruktur.
Ahli iklim menilai bahwa penurunan emisi karbon menjadi langkah utama untuk menekan laju pemanasan global. Investasi energi terbarukan dan efisiensi sumber daya air menjadi solusi yang diharapkan dapat memperlambat dampak perubahan iklim ekstrem di masa depan.
































