Syahrul Yasin Limpo Resmi Jalani Hukuman 12 Tahun di Lapas Sukamiskin, KPK Masih Telusuri Aset

Syahrul Yasin Limpo Resmi Jalani Hukuman 12 Tahun di Lapas Sukamiskin, KPK Masih Telusuri Aset - Syahrul Yasin Limpo - Gambar 1422
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. (dok.ayu novita disway.id).

Manyala.co – Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), akhirnya resmi menjalani masa hukumannya setelah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi putusan pengadilan yang menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada SYL dalam perkara korupsi yang melibatkan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Eksekusi dilakukan pada 25 Maret 2025, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media pada Rabu (14/5/2025).

“Pada 25 Maret lalu, KPK telah melakukan eksekusi badan terhadap terpidana SYL ke Lapas Sukamiskin,” kata Budi.

Denda dan Uang Pengganti: Belum Dibayar Penuh

Selain dijatuhi hukuman penjara, pengadilan juga memerintahkan SYL untuk membayar denda sebesar Rp500 juta serta uang pengganti senilai Rp44 miliar dan 30.000 dolar AS. Namun, hingga saat ini, KPK mengungkap bahwa pembayaran dari pihak SYL masih belum mencapai angka tersebut.

SYL baru menyetor Rp100 juta untuk denda, serta membayar sebagian uang pengganti sebesar Rp27,3 miliar atau tepatnya Rp27.390.667.033.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

“KPK masih terus menerima pembayaran bertahap dari terpidana, baik untuk denda maupun uang pengganti,” lanjut Budi.

Perkara TPPU Masih Bergulir, Aset SYL Berpotensi Disita

Dalam perkembangan lainnya, KPK juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga turut melibatkan SYL. Sejumlah aset milik SYL sedang dalam proses penilaian, untuk menentukan apakah bisa dirampas oleh negara.

“Beberapa barang sitaan masih kami telaah lebih lanjut, khususnya yang berpotensi disita dalam proses penyidikan TPPU yang sedang berjalan,” ungkap Budi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mengembalikan kerugian negara serta memastikan proses hukum berjalan menyeluruh hingga ke hulu.

Kronologi Kasus: Pemerasan dengan Ancaman di Kementan

Kasus yang menjerat Syahrul Yasin Limpo berawal dari praktik pemerasan dan gratifikasi selama dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian. Dalam dakwaan, ia dinilai telah menyalahgunakan jabatannya dengan memerintahkan dua bawahannya, Kasdi Subagyono (Sekjen Kementan) dan Muhammad Hatta (Direktur Alsintan), untuk mengumpulkan dana dari para pejabat eselon I Kementerian Pertanian.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Dana tersebut dikumpulkan melalui sistem “patungan” yang bersifat memaksa, dengan besaran pungutan berkisar antara USD 4.000–10.000 dari masing-masing pejabat, termasuk Dirjen, Kepala Badan, hingga sekretaris eselon I. Tak hanya itu, SYL juga disebut meminta jatah sebesar 20% dari anggaran di tiap unit kerja Kementan.

Dalam proses persidangan, terungkap bahwa tindakan pemerasan tersebut dilakukan dengan ancaman, menciptakan suasana kerja yang penuh tekanan dan ketakutan.

Vonis Diperberat di Tingkat Banding, Kasasi Ditolak

Awalnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada SYL. Namun, hukuman tersebut kemudian diperberat menjadi 12 tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. SYL sempat mengajukan upaya hukum kasasi, tetapi Mahkamah Agung menolak permohonan tersebut, sehingga vonis 12 tahun kini telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).


Penegakan Hukum dan Aset Negara Masih Jadi Prioritas

Kasus Syahrul Yasin Limpo menjadi salah satu kasus besar yang kembali menegaskan pentingnya pengawasan terhadap praktik korupsi di sektor pemerintahan. KPK kini terus mengejar pengembalian kerugian negara melalui proses eksekusi denda, pembayaran uang pengganti, hingga potensi penyitaan aset dalam perkara pencucian uang yang masih berlangsung.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement