La Tinro La Tunrung Soroti Kejelasan Kuota SNBP-SNBT dan Akses KIP Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu

La Tinro
Ir. H. La Tinro La Tunrung, Anggota DPR RI Komisi X. Fraksi Partai Gerindra.

Jakarta, Manyala – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. La Tinro La Tunrung, menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan strategis terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) dan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dalam rapat kerja bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, La Tinro menyoroti ketentuan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri, Kamis (4/6/2026).

“Saya ingin memperoleh pendalaman terkait ketentuan kuota penerimaan mahasiswa baru. Jika SNBT ditetapkan minimal 40 persen dan SNBP minimal 20 persen, sementara seleksi mandiri maksimal 30 persen, maka perlu adanya kejelasan mengenai batas atas untuk jalur yang menggunakan ketentuan minimum. Sebab secara teori, jika hanya ditetapkan batas minimum, maka muncul pertanyaan apakah suatu perguruan tinggi dapat menerima mahasiswa melalui satu jalur dalam jumlah yang sangat besar hingga mendekati 100 persen. Oleh karena itu, saya berpandangan perlu dipertimbangkan pengaturan dalam bentuk rentang persentase yang lebih jelas agar tidak menimbulkan multitafsir,” ujar La Tinro.

Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam penyelenggaraan sistem penerimaan mahasiswa baru yang dinilainya semakin baik dan transparan.

“Saya memberikan apresiasi atas kerja keras dan berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan oleh Kementerian. Upaya-upaya tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang semakin baik dan akuntabel,” katanya.

La Tinro Minta Penguatan Tata Kelola Olahraga untuk Mendukung Peningkatan Prestasi Atlet

Selanjutnya, La Tinro mempertanyakan mekanisme penetapan hasil seleksi setelah pelaksanaan ujian SNBT selesai.

“Saya ingin mengetahui rentang waktu antara pelaksanaan ujian hingga pengumuman hasil. Apakah setelah ujian selesai masih terdapat tahapan tertentu yang harus dilalui atau proses penetapan hasil dapat dilakukan secara otomatis dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, La Tinro juga menyoroti data mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi namun tidak melakukan daftar ulang. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlahnya mencapai sekitar 60 ribu orang.

“Perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa yang telah dinyatakan lulus tidak melakukan daftar ulang. Apakah disebabkan oleh kendala biaya pendidikan, memilih perguruan tinggi lain, alasan pekerjaan, atau faktor-faktor lainnya. Data tersebut penting sebagai bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan pendidikan tinggi ke depan,” ungkapnya.

Selain itu, perhatian La Tinro turut tertuju pada pelaksanaan program KIP Kuliah, khususnya terkait aspirasi masyarakat yang berasal dari kelompok ekonomi desil 5.

La Tinro Angkat Berbagai Aspirasi Masyarakat di Bidang Pendidikan Tinggi dan Kesehatan

“Di berbagai daerah, masih banyak masyarakat yang berada pada kelompok desil 5 dan berharap dapat memperoleh akses terhadap program KIP Kuliah. Oleh karena itu, saya menyambut baik adanya upaya dan komunikasi yang dilakukan kepada perguruan tinggi agar dapat memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kebijakan yang selama ini dianggap menutup peluang bagi anak Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menerima bantuan KIP Kuliah.

“Banyak masyarakat yang mempertanyakan mengapa status sebagai anak ASN atau PNS secara otomatis dianggap tidak memenuhi syarat menerima KIP Kuliah. Padahal, masih terdapat ASN dengan tingkat penghasilan yang relatif terbatas, misalnya berkisar antara Rp3,6 juta hingga Rp4,6 juta per bulan. Oleh karena itu, perlu dikaji kemungkinan adanya kriteria yang lebih proporsional dengan mempertimbangkan tingkat penghasilan, sehingga bantuan pendidikan benar-benar dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan,” tegas La Tinro.

Melalui berbagai masukan tersebut, La Tinro berharap kebijakan penerimaan mahasiswa baru dan program bantuan pendidikan dapat terus disempurnakan agar semakin adil, transparan, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak bangsa untuk mengakses pendidikan tinggi.

Jalankan Arahan Prabowo, Kawendra Salurkan 88 Sapi Qurban di Jember dan Daerah Lainnya

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Angkat Berbagai Aspirasi Masyarakat di Bidang Pendidikan Tinggi dan Kesehatan

02

La Tinro Minta Penguatan Tata Kelola Olahraga untuk Mendukung Peningkatan Prestasi Atlet

03

La Tinro La Tunrung Soroti Kejelasan Kuota SNBP-SNBT dan Akses KIP Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu

04

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

05

PT Nindya Karya Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah di Proyek Sekolah Rakyat Takalar

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement