13 Ribu Pecalang di Bali Tegaskan Penolakan Terhadap Premanisme Berkedok Ormas

13 Ribu Pecalang di Bali Tegaskan Penolakan Terhadap Premanisme Berkedok Ormas - Bali - Gambar 1403
Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 Desa Adat di Bali mendeklarasikan penolakan kehadiran preman yang berkedok organisasi masyarakat (ormas). (dok. ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)

Manyala.co- Ribuan pecalang dari berbagai pelosok Bali berkumpul di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, pada Sabtu (17 Mei), dalam acara bertajuk Gelar Agung Pacalang. Dalam momen itu, sebanyak 13 ribu pecalang yang mewakili sekitar 1.500 desa adat di Bali menyuarakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas).

Deklarasi ini menjadi penanda penting bahwa masyarakat adat Bali, melalui pecalangnya, ingin memastikan bahwa keamanan dan ketertiban di wilayah mereka tetap terjaga dari oknum-oknum yang merusak citra ormas dengan melakukan tindakan intimidatif dan kriminal.

Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, selaku Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali atau Bendesa Agung, menyampaikan bahwa sejak zaman dahulu pecalang telah menjadi pilar utama dalam menjaga adat, tradisi, dan nilai-nilai luhur masyarakat Bali. Ia menegaskan bahwa pecalang menolak keras kehadiran kelompok atau individu yang membawa ancaman dalam balutan ormas.

“Pecalang sudah sejak zaman leluhur menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Maka kami menolak keras segala bentuk premanisme, kekerasan, dan tindakan kriminal yang dibungkus dalam nama organisasi masyarakat,” ujar Sukahet.

Dalam deklarasi tersebut, setidaknya terdapat tiga poin utama yang menjadi komitmen para pecalang:

Alumni Teknik Unhas Angkatan 2006 Sukses Gelar 2 Dekade

  1. Menolak kehadiran ormas yang melakukan intimidasi dan tindakan menyerupai preman.
  2. Mendukung penuh peran TNI dan Polri dalam menciptakan suasana aman dan tertib di wilayah Bali.
  3. Mendorong penindakan tegas terhadap ormas yang melakukan aktivitas melanggar hukum dan meresahkan warga.

Selain itu, para pecalang juga menyuarakan dukungannya terhadap sistem keamanan berbasis desa adat seperti Sipandu Beradat serta penguatan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) yang telah berperan penting dalam menjaga ketertiban di tingkat lokal.

Sukahet menambahkan bahwa sistem keamanan adat seperti pecalang tidak berdiri sendiri, melainkan bersinergi dengan aparat kepolisian dan TNI. Menurutnya, kolaborasi ini sudah terbukti cukup efektif dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di Bali selama ini.

Deklarasi ini sekaligus merespons maraknya isu terkait kehadiran ormas yang belakangan ini dinilai melenceng dari nilai-nilai organisasi sipil yang ideal. Ia mengajak seluruh pihak menyatukan persepsi bahwa menjaga keamanan Bali bukanlah tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama antara adat dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Sukahet juga menyuarakan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para pecalang, termasuk dalam bentuk insentif yang layak. Baginya, pecalang bukan hanya penjaga upacara adat, tetapi juga benteng sosial yang berperan nyata dalam menciptakan kedamaian di masyarakat Bali.

Pernyataan ini datang di tengah langkah tegas aparat gabungan di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta, yang melakukan operasi penertiban atribut ormas yang dianggap meresahkan. Hal ini menandakan adanya konsolidasi sikap di berbagai daerah untuk menolak keras premanisme yang berkedok organisasi.

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

Melalui deklarasi ini, Bali mengirimkan pesan kuat bahwa tanah para dewa bukanlah tempat bagi tindakan kekerasan dan intimidasi. Pecalang tetap berdiri teguh menjaga adat dan keharmonisan sosial, sebagai penjaga warisan budaya sekaligus mitra negara dalam menjaga stabilitas keamanan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom