Manyala.co – Lonjakan harga Bitcoin kembali mengguncang pasar aset digital dunia. Pada Jumat pagi, 11 Juli 2025, harga mata uang kripto paling populer ini tercatat menembus level US$115.923 per koin atau sekitar Rp1,88 miliar jika dikonversi dengan kurs rupiah Rp16.220 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sekitar 4,12% dalam 24 jam terakhir, sekaligus mencetak rekor baru yang melampaui level pekan sebelumnya di kisaran US$109.000.
Kenaikan tajam ini tak hanya dialami oleh Bitcoin. Aset kripto lain seperti Ethereum dan Dogecoin juga kompak menunjukkan performa positif. Ethereum, misalnya, naik 6,24% dalam satu hari terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$2.954, sementara Dogecoin juga menghijau 7,98% dan bertengger di angka US$0,1953 per koin.
Fenomena penguatan pasar ini menjadi momen penting bagi investor pemula untuk mulai mempelajari dunia kripto dengan serius. Namun, penting bagi masyarakat yang baru akan terjun untuk memahami bahwa investasi aset digital bukan sekadar ikut tren. Dibutuhkan pengetahuan dasar, legalitas platform, hingga keamanan bertransaksi agar bisa terhindar dari risiko penyalahgunaan dan penipuan.
Aset Digital Wajib Lewat Jalur Resmi: Diawasi BAPPEBTI
Bagi masyarakat Indonesia, semua aktivitas jual beli mata uang kripto secara sah hanya bisa dilakukan melalui platform resmi yang telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Hingga Mei 2025, terdapat 16 pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang telah diakui legalitasnya.
Beberapa nama platform yang sudah mendapatkan izin BAPPEBTI antara lain:
- Indodax
- Tokocrypto
- Pintu
- Reku
- Pluang
- Nanovest
- Ajaib Kripto
- Mobee (PT CTXG Indonesia Berkarya)
- TRIV
- Bitwewe
- Kriptomaksima.com
- Naga Exchange
- Bitwyre.id
- NVX.co.id
- dan lainnya
Penting bagi pemula untuk memastikan bahwa aplikasi yang digunakan berasal dari perusahaan legal yang terdaftar, serta diunduh melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store.
Langkah-Langkah Aman Memulai Investasi Kripto
Berikut panduan sederhana namun penting bagi investor baru yang ingin memulai transaksi Bitcoin dan aset kripto lainnya dengan cara yang sah dan aman:
- Pilih Aplikasi Resmi
Mulailah dengan menginstal platform jual beli kripto dari daftar perusahaan yang telah terdaftar di BAPPEBTI. - Registrasi dan Proses Verifikasi
Buat akun dengan melengkapi informasi pribadi. Anda juga akan diminta mengunggah foto KTP dan swafoto (selfie) untuk proses verifikasi identitas (KYC) sesuai ketentuan. - Isi Saldo Rupiah
Setelah akun aktif, lakukan deposit dana dalam bentuk rupiah melalui metode transfer bank, e-wallet, atau metode pembayaran lain yang disediakan oleh platform. - Pilih Aset Kripto
Tentukan jenis aset kripto yang ingin Anda beli, seperti Bitcoin, Ethereum, atau lainnya. Lakukan pembelian sesuai harga pasar yang ditampilkan. - Amankan Akun
Aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA) untuk melindungi akun dari potensi penyalahgunaan. Jangan pernah membagikan informasi login Anda. - Pantau dan Kelola Portofolio
Gunakan fitur grafik dan laporan yang disediakan aplikasi untuk memantau kinerja aset. Bila ingin mencairkan keuntungan, Anda bisa menjual aset dan menarik dana ke rekening bank.
Performa Pasar Kripto Terus Menguat, Apa yang Harus Diwaspadai?
Tren penguatan harga Bitcoin dan Ethereum dalam sepekan terakhir—masing-masing naik lebih dari 5%—menjadi sinyal bahwa pasar kripto mulai bangkit. Namun, investor pemula diimbau untuk tidak gegabah. Volatilitas pasar tetap tinggi, dan keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis, bukan euforia.
Selain itu, pastikan Anda memahami risiko, mengikuti perkembangan kebijakan regulator, serta tidak tergoda skema-skema investasi yang menjanjikan keuntungan cepat dan tinggi dalam waktu singkat.
Penutup: Peluang Besar, Risiko Tetap Ada
Dengan nilai Bitcoin yang kembali melambung, pasar kripto memasuki fase yang menarik. Meski demikian, edukasi dan kehati-hatian tetap menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin memasuki dunia aset digital. Regulasi dari BAPPEBTI memberi perlindungan dasar, namun tanggung jawab utama tetap ada pada masing-masing investor.
Kini saatnya untuk mengambil langkah cerdas: mulai dari platform resmi, pahami cara kerjanya, dan kelola portofolio dengan bijak. Dengan begitu, aset digital bisa menjadi peluang investasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi musiman.
































