PBSI Dorong Perbaikan Pembinaan Atlet Muda Lewat Sinergi dengan Klub: Evaluasi Usai Hasil Asia Junior 2025

PBSI Dorong Perbaikan Pembinaan Atlet Muda Lewat Sinergi dengan Klub: Evaluasi Usai Hasil Asia Junior 2025 - PBSI - Gambar 458
WONDR Asia Junior Championships 2025.

Manyala.co – Setelah hasil kurang maksimal di Kejuaraan Asia Junior (BAJC) 2025, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan atlet muda di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah menjalin kolaborasi erat dengan berbagai klub bulu tangkis nasional yang selama ini menjadi fondasi awal pembentukan atlet.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menekankan pentingnya sinergi antara PBSI dan klub-klub untuk memperkuat kualitas atlet sejak usia dini. Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (28/7), ia menyebut bahwa pembinaan di tingkat klub merupakan ujung tombak dalam membentuk pondasi teknis, mental, dan fisik atlet muda.

“Kami harus berani memperkuat pembinaan dari akar, yaitu klub. Mayoritas atlet junior kita usianya masih di bawah 19 tahun, dan untuk bersaing di level dunia, kualitas mereka harus dibentuk lebih kuat sejak dini,” ujar Eng Hian. Ia juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan diskusi intensif dengan para pelatih dan pengurus klub-klub elit untuk menyusun pendekatan baru yang lebih terstruktur.

Evaluasi ini muncul usai hasil Kejuaraan Asia Junior 2025 yang digelar di GOR Indoor Manahan, Solo, di mana Indonesia hanya mampu membawa pulang satu gelar juara, yakni dari sektor tunggal putra. Mohammad Zaki Ubaidillah tampil impresif dengan menaklukkan wakil China Liu Yang Ming Yu di partai final dengan skor meyakinkan 21-12, 21-17. Kemenangan ini menjadi sorotan, karena merupakan satu-satunya gelar yang berhasil diamankan tim Merah Putih.

Namun, performa di sektor lainnya masih belum mampu memenuhi ekspektasi. Ganda campuran yang diwakili oleh pasangan Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine hanya mampu menjadi finalis usai dikalahkan pasangan unggulan China, Chen Jun Ting/Cao Zi Han, dengan skor telak 12-21, 13-21. Sedangkan ganda putri yang diwakili pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinara Nastine harus puas di babak semifinal, setelah kalah dari pasangan Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, 14-21, 19-21.

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

Kekecewaan juga datang dari sektor tunggal putri dan ganda putra, yang sama-sama terhenti langkahnya di perempat final. Bahkan di nomor beregu campuran, Indonesia harus menerima kekalahan tipis 109–110 dari Korea Selatan, sebuah hasil yang menggambarkan betapa kompetitifnya atmosfer turnamen ini.

Eng Hian menilai bahwa tantangan atlet muda Indonesia tidak hanya berasal dari segi teknis, tetapi juga non-teknis. Tekanan psikologis karena tampil sebagai tuan rumah dan sistem skor baru yang diterapkan di sektor beregu menjadi faktor yang turut mempengaruhi performa para pemain. “Tekanan sebagai tuan rumah sangat terasa, ditambah lagi perubahan sistem skor menjadi 110 poin di nomor beregu cukup membuat pemain belum beradaptasi penuh,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi adanya kesenjangan kualitas secara fisik dan teknis dibandingkan atlet junior dari negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Hasil BAJC 2025 ini menjadi semacam ‘wake-up call’ bahwa program pembinaan nasional harus diperkuat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Melalui hasil evaluasi ini, PBSI berkomitmen untuk segera merumuskan strategi pembinaan baru yang lebih efektif. Target utama berikutnya adalah Kejuaraan Dunia Junior 2025 yang dijadwalkan berlangsung di India pada 6–19 Oktober. PBSI berharap, dengan perbaikan sistem dan dukungan sinergis dari klub, prestasi atlet muda Indonesia bisa lebih kompetitif di kancah internasional.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas atlet junior yang saat ini ada, tetapi juga menciptakan sistem berjenjang yang memfasilitasi transisi mulus dari atlet muda menuju level elite dunia. “Kita harus bersatu memperbaiki sistem dari bawah. Klub adalah tempat pertama mereka belajar, dan di sanalah pembinaan berkelanjutan harus dimulai,” tutup Eng Hian dengan penuh keyakinan.

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom