Manyala.co – Mabes TNI kembali melakukan langkah strategis dengan merombak sejumlah jabatan penting di tubuh TNI Angkatan Darat. Mutasi ini sekaligus menjadi momen penempatan pimpinan untuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru yang rencananya akan segera diresmikan.
Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan resmi yang diteruskan kepada media pada Jumat, 8 Agustus 2025. Salah satu perwira tinggi yang mendapatkan amanah baru adalah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi. Ia akan memimpin Kodam XXI/Radin Inten, markas komando yang akan membawahi dua provinsi strategis, yaitu Lampung dan Bengkulu.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana membenarkan adanya rotasi jabatan ini. Menurutnya, pembentukan enam kodam baru merupakan bagian dari penguatan struktur pertahanan di wilayah-wilayah yang dinilai memiliki nilai strategis baik secara geografis maupun geopolitik.
Selain Mayjen Kristomei, sejumlah perwira tinggi TNI AD lainnya juga akan menempati posisi panglima di lima kodam baru lain. Daftar lengkap perwira yang akan menjabat sebagai pangdam meliputi:
- Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo sebagai Pangdam XIX/Tuanku Tambusai
- Mayjen TNI Arief Gajah Mada sebagai Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol
- Mayjen TNI Zainul Arifin sebagai Pangdam XXII/Tambun Bungai
- Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar sebagai Pangdam XXIII/Palaka Wira
- Mayjen TNI Lucky Avianto sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora
- Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Pangdam XXI/Radin Inten
Brigjen Wahyu tidak merinci jadwal pelantikan dan serah terima jabatan keenam panglima tersebut. Namun, ia mengindikasikan bahwa peresmian enam kodam ini akan dilakukan pada Minggu, 10 Agustus 2025, bersamaan dengan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Bandung, Jawa Barat.
Pembentukan enam kodam baru ini menandai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan komando teritorial TNI AD. Selain memperkuat pertahanan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi militer di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dari sisi keamanan dan pengendalian situasi.
Jika jadwal peresmian sesuai rencana, maka pada pertengahan Agustus 2025 seluruh kodam baru tersebut akan resmi beroperasi dengan jajaran pimpinan yang telah ditetapkan, siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan stabilitas wilayah.
































