Manyala.co – Raksasa teknologi Meta kembali memperlihatkan ambisi besarnya di ranah kecerdasan buatan dengan menggandeng startup Midjourney dalam sebuah kesepakatan lisensi strategis. Kolaborasi ini diumumkan langsung oleh Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, melalui unggahan di akun Threads miliknya pada akhir pekan.
Menurut Wang, kerja sama dengan Midjourney merupakan bagian dari upaya menyeluruh Meta untuk menghadirkan teknologi AI terbaik bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kesuksesan di industri ini tidak bisa hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada talenta, strategi, dan kolaborasi dengan pemain terkemuka.
“Untuk memastikan Meta mampu menghadirkan produk terbaik, dibutuhkan pendekatan komprehensif. Itu berarti memiliki tim riset kelas dunia, peta jalan komputasi yang ambisius, sekaligus menjalin kemitraan dengan pihak yang punya kapabilitas mumpuni di bidangnya,” tulis Wang.
Kerja sama ini dipandang sebagai langkah krusial bagi Meta untuk menyaingi sejumlah kompetitor besar dalam bidang AI generatif, terutama model gambar dan video. Saat ini, beberapa perusahaan telah lebih dulu meluncurkan produk unggulan, seperti Sora milik OpenAI, Veo besutan Google, dan Flux dari Black Forest Lab.
Sebelumnya, Meta juga telah menghadirkan produk serupa lewat Imagine, sebuah generator gambar AI yang terintegrasi ke Facebook, Instagram, dan Messenger. Selain itu, pada tahun lalu Meta memperkenalkan Movie Gen, sebuah alat berbasis teks yang mampu membuat video pendek. Dengan tambahan teknologi dari Midjourney, produk-produk tersebut diyakini bisa berkembang lebih kompetitif.
Midjourney Tetap Independen Meski Gandeng Meta
Di sisi lain, CEO Midjourney David Holz menegaskan bahwa kemitraan dengan Meta tidak mengubah identitas perusahaan yang ia pimpin. Startup yang resmi berdiri pada 2022 itu akan tetap beroperasi secara independen tanpa adanya investor eksternal.
Dalam waktu singkat, Midjourney berhasil menjelma menjadi salah satu pengembang model AI terkemuka di dunia. Menurut laporan TechCrunch, pendapatan Midjourney pada 2023 bahkan diperkirakan mencapai 200 juta dolar AS. Layanan mereka berbasis langganan dengan harga mulai 10 dolar hingga 120 dolar per bulan.
Tidak hanya terbatas pada gambar, perusahaan ini juga mulai melebarkan sayap ke ranah video. Pada Juni lalu, Midjourney resmi meluncurkan model video pertamanya yang diberi nama V1, sebuah langkah yang dinilai menandai babak baru dalam portofolio produk mereka.
Investasi Agresif Zuckerberg
Kerja sama dengan Midjourney menambah panjang daftar strategi agresif yang dijalankan CEO Meta, Mark Zuckerberg, sepanjang tahun ini. Dalam upaya memperkuat posisi Meta di industri AI, perusahaan induk Facebook itu telah mengucurkan dana besar untuk berbagai proyek.
Mulai dari akuisisi startup Play AI yang berfokus pada pengembangan suara berbasis kecerdasan buatan, hingga investasi senilai 14 miliar dolar AS di Scale AI. Tidak hanya itu, Meta juga diketahui menawarkan paket kompensasi fantastis untuk menarik para peneliti top, bahkan mencapai 100 juta dolar AS per individu.
Bayang-Bayang Gugatan Hukum
Namun, di balik euforia kolaborasi ini, Midjourney masih harus menghadapi persoalan hukum. Pada Juni 2025, dua perusahaan besar Hollywood, Disney dan Universal, melayangkan gugatan dengan tuduhan bahwa model AI Midjourney dilatih menggunakan karya berhak cipta tanpa izin.
Meski kasus ini masih berjalan, sejumlah putusan pengadilan terbaru di Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan lebih berpihak kepada perusahaan teknologi. Hal ini membuat posisi Midjourney relatif lebih aman, meskipun tekanan dari industri kreatif masih terus berlangsung.
Dengan semua langkah tersebut, jelas terlihat bahwa Meta berusaha keras untuk merebut dominasi di sektor AI generatif, terutama di bidang gambar dan video. Kehadiran Midjourney di dalam ekosistem riset dan produk Meta diyakini akan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka peluang bagi terciptanya inovasi baru yang lebih maju.
Kemitraan ini tidak hanya menjadi persaingan antarperusahaan besar, melainkan juga mencerminkan bagaimana industri AI semakin cepat bergerak dan terus membentuk ulang lanskap teknologi global.
































