Meta Gandeng Midjourney di Tengah Gugatan Hak Cipta, Targetkan Dominasi AI Gambar dan Video

Meta Gandeng Midjourney di Tengah Gugatan Hak Cipta, Targetkan Dominasi AI Gambar dan Video - Meta - Gambar 14
Meta Gandeng Midjourney di Tengah Gugatan Hak Cipta.

Manyala.co – Raksasa teknologi Meta kembali memperlihatkan ambisi besarnya di ranah kecerdasan buatan dengan menggandeng startup Midjourney dalam sebuah kesepakatan lisensi strategis. Kolaborasi ini diumumkan langsung oleh Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, melalui unggahan di akun Threads miliknya pada akhir pekan.

Menurut Wang, kerja sama dengan Midjourney merupakan bagian dari upaya menyeluruh Meta untuk menghadirkan teknologi AI terbaik bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kesuksesan di industri ini tidak bisa hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada talenta, strategi, dan kolaborasi dengan pemain terkemuka.

“Untuk memastikan Meta mampu menghadirkan produk terbaik, dibutuhkan pendekatan komprehensif. Itu berarti memiliki tim riset kelas dunia, peta jalan komputasi yang ambisius, sekaligus menjalin kemitraan dengan pihak yang punya kapabilitas mumpuni di bidangnya,” tulis Wang.

Kerja sama ini dipandang sebagai langkah krusial bagi Meta untuk menyaingi sejumlah kompetitor besar dalam bidang AI generatif, terutama model gambar dan video. Saat ini, beberapa perusahaan telah lebih dulu meluncurkan produk unggulan, seperti Sora milik OpenAI, Veo besutan Google, dan Flux dari Black Forest Lab.

Sebelumnya, Meta juga telah menghadirkan produk serupa lewat Imagine, sebuah generator gambar AI yang terintegrasi ke Facebook, Instagram, dan Messenger. Selain itu, pada tahun lalu Meta memperkenalkan Movie Gen, sebuah alat berbasis teks yang mampu membuat video pendek. Dengan tambahan teknologi dari Midjourney, produk-produk tersebut diyakini bisa berkembang lebih kompetitif.

Split View iPhone Duo Resmi Hadir, Gebrakan Multitasking Pertama di iPhone

Midjourney Tetap Independen Meski Gandeng Meta

Di sisi lain, CEO Midjourney David Holz menegaskan bahwa kemitraan dengan Meta tidak mengubah identitas perusahaan yang ia pimpin. Startup yang resmi berdiri pada 2022 itu akan tetap beroperasi secara independen tanpa adanya investor eksternal.

Dalam waktu singkat, Midjourney berhasil menjelma menjadi salah satu pengembang model AI terkemuka di dunia. Menurut laporan TechCrunch, pendapatan Midjourney pada 2023 bahkan diperkirakan mencapai 200 juta dolar AS. Layanan mereka berbasis langganan dengan harga mulai 10 dolar hingga 120 dolar per bulan.

Tidak hanya terbatas pada gambar, perusahaan ini juga mulai melebarkan sayap ke ranah video. Pada Juni lalu, Midjourney resmi meluncurkan model video pertamanya yang diberi nama V1, sebuah langkah yang dinilai menandai babak baru dalam portofolio produk mereka.

Investasi Agresif Zuckerberg

Kerja sama dengan Midjourney menambah panjang daftar strategi agresif yang dijalankan CEO Meta, Mark Zuckerberg, sepanjang tahun ini. Dalam upaya memperkuat posisi Meta di industri AI, perusahaan induk Facebook itu telah mengucurkan dana besar untuk berbagai proyek.

Mulai dari akuisisi startup Play AI yang berfokus pada pengembangan suara berbasis kecerdasan buatan, hingga investasi senilai 14 miliar dolar AS di Scale AI. Tidak hanya itu, Meta juga diketahui menawarkan paket kompensasi fantastis untuk menarik para peneliti top, bahkan mencapai 100 juta dolar AS per individu.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Bayang-Bayang Gugatan Hukum

Namun, di balik euforia kolaborasi ini, Midjourney masih harus menghadapi persoalan hukum. Pada Juni 2025, dua perusahaan besar Hollywood, Disney dan Universal, melayangkan gugatan dengan tuduhan bahwa model AI Midjourney dilatih menggunakan karya berhak cipta tanpa izin.

Meski kasus ini masih berjalan, sejumlah putusan pengadilan terbaru di Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan lebih berpihak kepada perusahaan teknologi. Hal ini membuat posisi Midjourney relatif lebih aman, meskipun tekanan dari industri kreatif masih terus berlangsung.

Dengan semua langkah tersebut, jelas terlihat bahwa Meta berusaha keras untuk merebut dominasi di sektor AI generatif, terutama di bidang gambar dan video. Kehadiran Midjourney di dalam ekosistem riset dan produk Meta diyakini akan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka peluang bagi terciptanya inovasi baru yang lebih maju.

Kemitraan ini tidak hanya menjadi persaingan antarperusahaan besar, melainkan juga mencerminkan bagaimana industri AI semakin cepat bergerak dan terus membentuk ulang lanskap teknologi global.

Bank-Bank Dunia Siaga Hadapi Ancaman AI, ATM dan M-Banking Berpotensi Ditutup Darurat

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement