CEO Khan Academy Peringatkan Risiko Pengangguran akibat AI

AI
CEO Khan Academy Peringatkan Risiko Pengangguran akibat AI.

Manyala.co – Pendiri dan CEO Khan Academy, Salman Khan, menyatakan revolusi kecerdasan buatan (AI) dapat mengguncang pasar tenaga kerja lebih cepat dan lebih keras dari perkiraan banyak pihak. Ia menilai bahkan penurunan kecil pada pekerjaan kerah putih dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi.

“Jika pekerjaan white collar (kerah putih) menyusut bahkan hanya 10 persen, itu akan terasa seperti depresi ekonomi,” ujar Khan, seperti dikutip dari Fortune pada Jumat. Ia menambahkan bahwa dampak AI bukan hanya soal angka pengangguran, tetapi juga menyangkut identitas sosial para pekerja profesional.

“Mereka telah memperoleh gaji kelas menengah atas yang mapan selama 20 tahun terakhir,” katanya. “Identitas mereka terikat pada pekerjaan itu. Dan sekarang, tiba-tiba, Anda akan melihat pergeseran besar di pasar kerja.”

Peringatan serupa sebelumnya disampaikan ilmuwan komputer Geoffrey Hinton, yang kerap dijuluki “godfather of AI”. Hinton telah memperingatkan bahwa perkembangan AI dapat memicu pengangguran massal jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Sejumlah studi mendukung kekhawatiran tersebut. Riset tahun 2025 dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memperkirakan AI berpotensi menggantikan hampir 12 persen tenaga kerja di Amerika Serikat, hampir tiga kali lipat dari tingkat disrupsi saat ini. Studi itu menyoroti sektor administrasi, layanan pelanggan, dan analisis data sebagai bidang paling rentan terhadap otomatisasi.

Kabut Asap Selimuti Makassar, Munafri Pastikan RSUD dan Puskesmas Siaga Tangani ISPA

Di sisi lain, sebagian pemimpin industri teknologi memperkirakan perkembangan AI akan semakin cepat. CEO SpaceX, Elon Musk, memprediksi artificial general intelligence (AGI) AI yang mampu menyamai atau melampaui kecerdasan manusia dapat hadir dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut memicu perdebatan di kalangan akademisi dan regulator mengenai kesiapan ekonomi global menghadapi perubahan tersebut.

Khan mengatakan diskusi di kalangan eksekutif teknologi menunjukkan percepatan efisiensi tenaga kerja melalui AI. “Orang-orang di balik pintu tertutup membicarakan hal-hal yang cukup berani akhir-akhir ini,” ujarnya. “Saya mendengar orang mengatakan Anda bisa melakukan pekerjaan yang sama hanya dengan seperempat dari jumlah tim.”

Selain sektor perkantoran, otomatisasi berbasis robotik dan kendaraan otonom dinilai mempercepat disrupsi. Perusahaan seperti Waymo dan Tesla telah mengembangkan mobil tanpa pengemudi di sejumlah wilayah Amerika Serikat. Jika adopsi teknologi tersebut meluas, lebih dari satu juta pengemudi rideshare berpotensi terdampak, menurut sejumlah perkiraan industri.

Meski demikian, indikator ekonomi terbaru belum menunjukkan krisis besar. Tingkat pengangguran di Amerika Serikat tercatat 4,3 persen, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya. Namun data menunjukkan sekitar 55.000 pemutusan hubungan kerja pada tahun lalu dikaitkan dengan implementasi AI. Salah satu contohnya adalah Salesforce yang memangkas 4.000 pekerja layanan pelanggan setelah mengadopsi sistem berbasis AI.

Para ekonom menilai dampak jangka panjang AI terhadap lapangan kerja masih bergantung pada kecepatan adopsi, regulasi, serta kemampuan tenaga kerja beradaptasi melalui peningkatan keterampilan. Hingga kini, belum ada proyeksi resmi pemerintah Amerika Serikat yang menyatakan skala pasti potensi pengangguran akibat AI dalam beberapa tahun mendatang.

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Pendidikan Berkualitas, Cetak Generasi Unggul Indonesia

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Fakultas Teknik UNM Gandeng PT Indonav Teknologi Gelar Kuliah Umum, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Teknologi Pemetaan Presisi Tinggi

02

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

03

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

04

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

05

Pasar Malam BTP Bikin Resah, Tokoh Pemuda Desak Kegiatan 25 September Dibatalkan

06

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

07

10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement