Manyala.co – Kabar duka datang dari Amerika Serikat. Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, meninggal dunia pada Rabu (18/9/2025) waktu setempat di California. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
“KJRI Los Angeles telah berkomunikasi dengan pihak keluarga almarhumah Ibu Yurike Sanger di San Bernadino, California,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam pesan singkat, Jumat (19/9/2025).
Nama Yurike Sanger tercatat dalam sejarah sebagai sosok muda yang dipinang Bung Karno ketika masih duduk di bangku SMA. Pertemuan mereka terjadi pada 1963, saat Soekarno menghadiri sebuah acara kenegaraan. Yurike, kala itu siswi kelas II SMA VII Jakarta, ikut berdiri dalam barisan Bhinneka Tunggal Ika untuk menyambut presiden.
Perjumpaan tersebut berkesan mendalam bagi Soekarno. Usai acara, sang proklamator memanggil Yurike dan memperkenalkan diri lebih dekat. “Saat itulah, Bung Karno menawarkan dirinya untuk mengantar Yurike pulang,” tertulis dalam buku The Uncensored of Bung Karno: Misteri Kehidupan Sang Presiden (2014).
Dalam perjalanan pulang, Bung Karno sempat meminta Yurike memanggilnya dengan sebutan akrab. Ia berbincang soal kehidupan pribadi hingga melontarkan kalimat yang membuat remaja itu tertegun. “Adiklah, istri yang terakhir,” ungkap Soekarno, sebagaimana dikutip dari paparan sejarawan Peter Kasenda dalam Bung Karno Panglima Revolusi (2014).
Lamaran itu disampaikan Yurike kepada orang tuanya. Meski sempat diliputi keraguan karena usia Soekarno yang sudah 62 tahun dan reputasinya yang dikenal kerap menikah, keluarga akhirnya memberi restu. Pada 6 Agustus 1964, keduanya resmi menikah.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini tidak dikaruniai keturunan. Yurike pernah hamil, tetapi bayinya lahir prematur. Dokter menyarankan ia menunda kehamilan selama tiga tahun. “Menurut Yurike Sanger, Soekarno mengetahui dan menghormati kewajibannya. Meskipun hal itu, kadang-kadang menjengkelkannya,” tulis Kasenda.
Kehidupan rumah tangga mereka tak selalu mulus. Yurike pernah mengisahkan bagaimana Soekarno sering terburu-buru kembali ke Istana Merdeka setelah bermalam di rumahnya, bahkan kadang pergi tanpa sempat mencuci muka.
Meski masih berstatus suami Yurike, Soekarno menikahi Heldy Djafar pada 11 Juni 1966. Sama halnya dengan Yurike, Heldy juga merupakan remaja penyambut tamu kenegaraan. Pernikahan Soekarno dan Yurike akhirnya berakhir pada 1967. Saat itu, posisi Bung Karno sebagai tahanan politik dan lengser dari kursi presiden membuat mereka memutuskan berpisah secara baik-baik.
Selepas perceraian, Yurike memilih tinggal di Amerika Serikat. Hidupnya jauh dari sorotan publik hingga kabar kepergiannya pada September 2025. Kisah cintanya dengan Bung Karno kemudian diabadikan dalam buku Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA yang terbit pada 2010.
































