Kampus di Indonesia Masih Minim Hasilkan Lulusan Siap Kerja

Indonesia
LLDIKTI XV (Dok. beritanasional.id)

Manyala.co – Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dinilai masih belum mampu menyiapkan lulusan yang siap kerja karena belum sinkron antara capaian pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri. Temuan ini terungkap dalam workshop nasional yang digelar di Sanur, Denpasar, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan rektor dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia dan diselenggarakan oleh SEVIMA bekerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV dan Politeknik Pariwisata Bali.

Chief Marketing Officer SEVIMA, Andry Husain, mengatakan sebagian besar kampus masih menghadapi tantangan dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

“Banyak kampus yang belum mampu memetakan keterkaitan antara capaian pembelajaran dan profil lulusan, serta belum melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap relevansi mata kuliah,” ujarnya saat membuka diskusi.

Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja, menjelaskan bahwa institusinya telah menerapkan pendekatan berbasis industri dengan melibatkan mitra global untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai standar internasional.

Empat Kelompok Gelar Demo 27 Agustus di DPR, Bawa Tuntutan Berbeda

“Kami bekerja sama dengan industri agar mahasiswa belajar sesuai standar global dan bisa langsung terserap kerja,” kata Ida Bagus.

Ia menegaskan bahwa jika dunia kerja terus berubah, maka perguruan tinggi pun harus beradaptasi dengan cepat. Kurikulum berbasis OBE, menurutnya, tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi yang erat dengan sektor industri. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing lulusan pariwisata Indonesia di tingkat global.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, menambahkan bahwa sistem pendidikan berbasis hasil (Outcome Based Education) memungkinkan perguruan tinggi melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri.

“Kita tidak lagi bicara berapa lama mahasiswa kuliah, tetapi apa yang benar-benar mereka kuasai setelah lulus,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura sekaligus Customer Strategic Manager SEVIMA, Prof. Wahyudi Agustiono, menilai banyak perguruan tinggi di Indonesia masih memperlakukan kurikulum sebatas dokumen administratif. Padahal, kata dia, kurikulum seharusnya menjadi paradigma baru yang berorientasi pada hasil belajar mahasiswa.

Wali Kota Munafri Bongkar Strategi Pemkot Makassar, Mengubah Potensi Anak Muda Menjadi Kekuatan & Peluang Lewat MCH

“Jika ingin lulusan siap kerja, jangan hanya ubah dokumen, tapi ubah cara berpikir tentang pendidikan itu sendiri,” tegasnya.

Berdasarkan survei SEVIMA terhadap ratusan perguruan tinggi mitra, sekitar 60 persen kampus di Indonesia masih kesulitan dalam memetakan capaian pembelajaran ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Banyak yang masih fokus pada pemenuhan dokumen akreditasi ketimbang memastikan hasil pembelajaran benar-benar tercapai di ruang kelas.

Wahyudi menambahkan, sistem digital dapat menjadi solusi untuk mempercepat proses evaluasi dan pemetaan capaian pembelajaran.

“Digitalisasi bukan hanya alat administrasi, melainkan media utama untuk mengukur dan merekam capaian belajar mahasiswa secara sistematis,” ujarnya.

Workshop tersebut juga membahas strategi pemetaan peluang kerja global, seperti sektor keperawatan yang saat ini banyak dibutuhkan di negara-negara maju akibat populasi menua. Dalam konteks ini, kurikulum perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mengajarkan ilmu medis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya dan bahasa negara tujuan kerja.

Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

“Proyek pembelajaran di kelas bukan hanya soal teori medis, tetapi juga bagaimana mahasiswa bisa beradaptasi dengan bahasa dan budaya negara yang menjadi target penempatan kerja,” pungkas Wahyudi.

Workshop nasional ini menjadi bagian dari inisiatif SEVIMA dan LLDIKTI untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih responsif terhadap kebutuhan global dan mendorong kolaborasi yang berkelanjutan antara kampus dan dunia industri.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

04

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement