Makassar, Manyala.co – Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Farida Patittingi meninjau langsung Kampus UNM Parangtambung, Rabu (5/11), untuk menelusuri penyebab penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelang magrib.
Prof Farida berada di lokasi selama sekitar empat jam, didampingi empat wakil rektor, anggota senat, dan para dekan. Rombongan tiba di area FMIPA sekitar pukul 11.20 WITA dan disambut oleh Dekan FMIPA Prof Suwardi Annas, yang memperlihatkan sejumlah fasilitas kampus yang rusak akibat serangan.
Beberapa ruangan terlihat mengalami kerusakan berat dengan pecahan kaca berserakan dan dinding penuh bekas lemparan bom. Lima unit sepeda motor mahasiswa terbakar dalam insiden tersebut. Tim kampus masih melakukan pendataan atas kerugian material yang terjadi.
Usai meninjau FMIPA, rombongan bergerak ke Fakultas Teknik (FT), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), dan Fakultas Seni dan Desain (FSD). Prof Farida memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memberikan pengarahan kepada pimpinan fakultas agar memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan akademik.
Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan kekerasan di lingkungan kampus.
“Kami segera melakukan langkah-langkah untuk mengidentifikasi kejadian dan siapa pelakunya. Kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan kriminalitas,” ujarnya.
Prof Farida meminta aparat penegak hukum (APH) segera menelusuri dan mengungkap dalang di balik serangan tersebut. Ia juga menekankan bahwa kampus harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh sivitas akademika. “Kampus adalah tempat orang-orang terdidik, bukan arena kekerasan,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan Prof Farida untuk mengenali karakteristik masing-masing fakultas di kampus Parangtambung, yang menaungi empat fakultas besar: FMIPA, FT, FBS, dan FSD. Ia berharap peristiwa penyerangan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan sinergi antarfakultas di UNM.
Langkah-langkah penanganan konflik tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto, yang sebelumnya menugaskan Prof Farida sebagai Plh Rektor UNM. Menteri Brian menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan kampus yang aman, kondusif, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa dan dosen.
“Kemarin ada sedikit gangguan, tapi kita sudah lakukan pendekatan. Insya Allah kita akan undang pihak-pihak terkait untuk mendengar pendapat dan harapan mereka,” kata Prof Farida saat ditemui di sela kunjungan.
Ia juga membuka kemungkinan dialog terbuka dengan kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan, guna mendengarkan aspirasi mereka dan mencari solusi jangka panjang. “Mungkin ada harapan dari mereka yang perlu kita dengar. Dengan kebijakan UNM yang sudah ada, kita jadikan itu acuan untuk membangun kedamaian di kampus,” ujarnya.
Hingga Rabu malam, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku penyerangan. Aparat masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti di lokasi kejadian.
































