Nigeria Tuding Kongo Gunakan Voodoo Usai Gagal ke Piala Dunia

Nigeria
Pemain RD Kongo Brian Cipenga (biru) berduel dengan pemain Nigeria Benjamin Fredrick. (Dok. REUTERS/ABDELMJID RIZKOU).

Manyala.co – Nigeria gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah kalah melalui adu penalti dari Republik Demokratik Kongo pada laga play-off, Senin (17/11/2025). Pelatih Nigeria, Eric Chelle, menuduh kubu lawan menggunakan praktik voodoo saat drama tos-tosan berlangsung.

Nigeria memulai pertandingan dengan kuat setelah Frank Onyeka mencetak gol cepat pada menit ketiga. Keunggulan itu tidak bertahan lama ketika Mechak Elia menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Skor 1–1 tetap bertahan hingga akhir waktu normal meski kedua tim mendapat beberapa peluang berbahaya. Tidak ada perubahan skor pada babak perpanjangan 2×15 menit, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam babak penentuan tersebut, tiga dari enam algojo Nigeria gagal menuntaskan tugas. Kongo memastikan kemenangan setelah hanya dua dari enam penendangnya yang tidak berhasil menembus gawang. Hasil itu mengamankan tiket play-off lanjutan bagi Kongo, sementara Nigeria kembali tersingkir dari jalur menuju Piala Dunia.

Tidak lama setelah pertandingan, ketegangan meningkat di area pinggir lapangan. Chelle terlihat berdebat dengan beberapa staf dan pemain Kongo, termasuk pelatih Sebastian Desabre. Ia menuduh tim lawan menggunakan praktik voodoo untuk memengaruhi konsentrasi para pemain Nigeria saat adu penalti. “Saat adu penalti, para pemain Kongo melakukan voodoo,” kata Chelle dalam pernyataannya di area mixed zone.

Belum ada tanggapan resmi dari federasi sepak bola kedua negara mengenai tuduhan tersebut hingga Senin malam. Insiden itu memicu keributan singkat sebelum situasi dapat dikendalikan aparat keamanan di stadion.

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Nigeria di kualifikasi Piala Dunia. Negara dengan julukan Super Eagles tersebut kini dipastikan absen dalam dua edisi berturut-turut setelah terakhir tampil pada 2018. Nigeria sebelumnya menjadi salah satu kekuatan dominan di Afrika dengan enam kali tampil di putaran final, termasuk debut impresif pada 1994.

Sementara itu, kemenangan atas Nigeria membuka peluang besar bagi Kongo untuk kembali tampil di Piala Dunia. Negara tersebut terakhir kali mencapai putaran final pada 1974 ketika masih bernama Zaire. Sejak saat itu, mereka gagal menembus babak kualifikasi akhir meski beberapa kali tampil baik di tingkat regional. Keberhasilan ini menandai langkah maju signifikan dalam upaya kebangkitan sepak bola nasional mereka.

Hasil pertandingan juga menyoroti meningkatnya persaingan di zona Afrika. Format play-off yang baru, dengan sistem gugur dua babak dan adu penalti jika diperlukan, membuat tekanan kompetitif semakin tinggi. Beberapa analis menilai bahwa perubahan sistem ini menyebabkan lebih banyak laga ditentukan melalui faktor mental dan konsistensi fisik hingga menit akhir.

Meski demikian, fokus utama pascapertandingan justru tertuju pada tuduhan voodoo yang disampaikan Chelle. Praktik semacam itu kerap menjadi bagian dari narasi kontroversial dalam sepak bola Afrika, meski tidak pernah terbukti secara resmi. Otoritas sepak bola regional diharapkan memberikan klarifikasi dalam beberapa hari mendatang, terutama terkait potensi tindakan disiplin jika ditemukan pelanggaran.

Kongo dijadwalkan melanjutkan perjalanan mereka pada fase berikutnya pekan depan. Sementara Nigeria dihadapkan pada evaluasi besar-besaran setelah kembali gagal mencapai turnamen sepak bola terbesar dunia.

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

02

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

03

Setahun Menjabat, Wali Kota Makassar Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

04

Resmi Pimpin HKTI Enrekang, Yusuf Ritangnga Dorong Kemajuan Sektor Pertanian

05

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

06

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

07

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement