Makassar, Manyala.co – Tawuran antarkelompok warga di areal Pekuburan Beroangin, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Selasa (18/11/2025), memicu kebakaran yang membakar sejumlah rumah. Aparat kepolisian dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan situasi dan memadamkan api.
Keributan melibatkan kelompok warga Sapiria dan Borta, yang bentrok di kawasan padat permukiman di Jl Pannampu pada siang hari. Kepulan asap terlihat membumbung dari rumah-rumah yang terbakar sementara petugas berusaha menembus area sempit di sekitar pekuburan. Aparat Polsek Tallo dibantu tim Samapta dan Jatanras Polrestabes Makassar berupaya melerai massa sebelum situasi semakin membesar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar mengerahkan antara 13 hingga 15 unit armada ke lokasi kejadian. Menurut Kepala Bidang Operasional Damkarmat Makassar, Cakrawala, lima regu diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
“Yang masuk ke sini sekitar tujuh unit, sisanya standby di luar,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Penempatan armada di titik luar dilakukan karena akses jalan utama di Jl Pannampu cukup padat dan terhalang kerumunan warga.
Hingga Selasa sore, petugas belum dapat memastikan jumlah rumah yang terbakar. Proses pemadaman masih berlangsung karena api menyebar cepat pada bangunan rumah berdinding kayu dan berjarak sangat berdekatan.
“Untuk jumlahnya kita belum bisa pastikan. Nanti setelah ini rampung baru kita pastikan,” kata Cakrawala. Tidak ada laporan jumlah korban luka maupun pengungsi yang dirilis aparat hingga saat berita ini diturunkan.
Selain satuan kepolisian wilayah Tallo, sejumlah personel dari Brimob Polda Sulsel juga diterjunkan untuk mengamankan area dan mencegah bentrokan lanjutan. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana terlihat berada di lokasi untuk memantau penanganan insiden. Aparat berjaga di titik-titik rawan guna mengatasi kemungkinan eskalasi akibat ketegangan antarwarga.
Penyebab pasti bentrokan masih dalam penyelidikan. Polisi belum merilis keterangan resmi terkait pemicu awal tawuran yang berujung pada pembakaran rumah. Namun, berdasarkan informasi awal di lapangan, bentrokan diduga merupakan susulan atas insiden pada Senin malam.
Seorang warga Sapiria bernama Nursyam alias Kipas (40) dilaporkan meninggal setelah terlibat dalam keributan hari sebelumnya. Informasi tersebut memicu peningkatan ketegangan antara kedua kelompok sepanjang malam hingga Selasa siang.
Tawuran antarwarga masih menjadi salah satu persoalan sosial yang kerap muncul di beberapa titik di Makassar, terutama di kawasan padat penduduk dengan riwayat konflik kelompok. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang dalam beberapa tahun terakhir memicu kerusakan rumah, gangguan ketertiban, dan pengerahan aparat dalam jumlah besar.
Pemerintah kota sebelumnya telah menyebut pentingnya penanganan berbasis komunitas untuk meredam konflik berulang, meski implementasinya sering menghadapi tantangan.
Insiden di Pekuburan Beroangin menunjukkan kerentanan area permukiman padat terhadap eskalasi cepat ketika bentrokan terjadi. Selain risiko kekerasan fisik, potensi kebakaran menjadi ancaman tambahan yang memperbesar dampak kerusakan. Hingga Selasa malam, aparat masih melakukan penjagaan dan Damkarmat melanjutkan pendinginan area untuk memastikan api benar-benar padam.
































