Manyala.co – Sony Pictures resmi memulai pengembangan film yang diadaptasi dari Labubu, karakter boneka koleksi yang populer secara global. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Hollywood Reporter dan Variety, yang menyebut studio melihat potensi komersial besar dari figur tersebut. Hak pengembangan film diamankan oleh rumah produksi yang berada di balik franchise Jumanji serta divisi animasi yang mengerjakan KPop Demon Hunters.
Perusahaan belum menetapkan produser maupun sutradara untuk proyek ini, karena perjanjian baru ditandatangani pada pekan lalu. Format film baik live-action maupun animasi masih dalam tahap pertimbangan. Sony menyatakan proses pengembangan berada pada fase paling awal dan belum ada jadwal rilis yang diumumkan hingga Minggu (16/11/2025).
Labubu diciptakan oleh ilustrator Hong Kong yang bermukim di Eropa, Kasing Lung, pada 2015. Karakter tersebut merupakan bagian dari semesta The Monsters, dunia fantasi yang terinspirasi dari folklore Nordik. Labubu tampil menyerupai elf dengan gigi tajam dan ciri visual imut namun sedikit menyeramkan. Selain Labubu, semesta ini juga mencakup sejumlah karakter lain seperti Mokoko, Pato, Spooky, Tycoco, dan Zimomo.
Awalnya, figur tersebut diproduksi oleh How2Work sebagai bagian dari seri monster karya Lung. Popularitasnya meningkat pesat setelah Pop Mart, retailer asal Tiongkok, mengambil alih produksi dan distribusi pada 2019. Sejak itu, koleksi The Monsters berkembang menjadi salah satu lini figur paling diminati di pasar Asia dan menarik perhatian kolektor di berbagai negara.
Strategi penjualan blind-box menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan penggemar. Dalam sistem ini, pembeli tidak mengetahui karakter yang mereka dapatkan sebelum membuka kotaknya, sehingga mendorong rasa penasaran dan meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Di Amerika Serikat, beberapa kolektor bahkan bersedia membayar hingga enam digit dolar untuk figur langka.
Ketenaran Labubu semakin menguat setelah sejumlah selebriti internasional terlihat mengenakannya sebagai aksesori fesyen. Lisa dari Blackpink tampil dengan figur Labubu pada 2024, disusul figurasi serupa oleh Kim Kardashian, Rihanna, dan David Beckham. Fenomena ini menjadikan Labubu bukan hanya produk koleksi, tetapi simbol gaya hidup yang memiliki nilai komersial tinggi.
Keberhasilan karakter mainan yang diadaptasi menjadi film bukan hal baru di industri Hollywood. Tren ini berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, dipicu keberhasilan The Lego Movie pada 2014 dan Barbie yang menghasilkan lebih dari US$1 miliar serta memperoleh delapan nominasi Oscar. Sony dan Mattel Films baru-baru ini juga mengumumkan pengembangan film View-Master, memperkuat pergeseran strategi bahwa mainan kini menjadi sumber inspirasi bagi film, bukan sebaliknya.
Performa komersial Pop Mart ikut mendukung keputusan Sony. Dalam laporan keuangan tahunannya, Pop Mart mencatat seri The Monsters menghasilkan pendapatan sebesar US$430 juta pada 2024, atau 23,3 persen dari total pendapatan perusahaan. Pada paruh pertama 2025, angka itu melonjak menjadi US$670 juta dan berkontribusi hampir 35 persen dari keseluruhan pendapatan.
Pertumbuhan signifikan tersebut menegaskan tingginya nilai ekonomi dunia koleksi dan menjadi salah satu alasan Hollywood semakin tertarik mengembangkan karakter seperti Labubu sebagai fondasi franchise baru. Sony belum merilis detail tambahan terkait jadwal produksi maupun rencana distribusi.

































