Manyala – Masalah sampah organik yang selama ini menjadi beban masyarakat
Kota Makassar, kini bertransformasi menjadi sumber penghasilan dan mendukung
ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Melalui program BESTARI SAINTEK 2026, tim peneliti Universitas Negeri Makassar yang
diketuai oleh Prof. Oslan Jumadi bersama TPS3R Karebosi, Kelurahan Baru, Kec. Ujung
Pandang melaksanakan kegiatan Living Lab Ekonomi Sirkular: Biokonversi Limbah
Organik Berbasis Black Soldier Fly. Memanfaatkan Maggot sebagai pengurai, menyelesaikan masalah sampah organik rumah tangga masyarakat Kec. Ujung Pandang sekaligus menghasilkan protein dan
pupuk organik.
Kemitraan UNM dan TPS3R Karebosi serta dukungan dari program Bestari Saintek
2026, menjadi bukti keseriusan dalam menangani permasalahan limbah organik
masyarakat di perkotaan yang ke depannya akan diintegrasi ke kebijakan pengelolaan
limbah dan ketahanan pangan Pemkot Makassar.
Lurah di Kelurahan Baru, Kec. Ujung Pandang, sangat mendukung dan terlibat
langsung dalam kegiatan ini, beliau mengapresiasi adanya ide dan peningkatan kualitas pengolahan sampah dengan budidaya maggot yang ke depannya akan didukung oleh Teknologi IoT.
“Ini bukti kalau pengelolaan sampah berbasis masyarakat
bisa naik kelas. Dari sekadar pilah sampah, sekarang kita bicara hilirisasi, riset, dan
ekonomi sirkular,” ujar Fajar Harianto, Sabtu, 27 Juni 2026.
Tim peneliti UNM dan TPS3R Karebosi, telah mengidentifikasi lokasi dan daerah
sumber limbah organik.
Selain itu, telah dilakukan uji coba budidaya maggot untuk
mengetahui kebutuhan limbah serta hasil yang diperoleh.
Tahap berikutnya akan
dilakukan produksi pakan dan pupuk skala pilot.
Bentuk keberlanjutan kegiatan ini, hasil produksi akan diperkenalkan secara meluas dimulai dengan branding MAGOSI yaitu Magot Si Pengurai, Magot Si Protein, Magot Si
Penyubur, Magot Karebosi. Nama brand yang mewakili 3 fungsi utama maggot BSF: mengurai sampah, menghasilkan protein pakan, dan pupuk organik penyuburkan
tanah lewat kasgot.
Melalui brand MAGOSI, kemitraan ini menargetkan keberlanjutan dan perluasan
dampak program yang sejalan dengan misi TPS3R Karebosi yaitu menjadi suplai
maggot Sulawesi Selatan, percontohan dalam replikasi TPS3R berbasis BSF di kota
lainnya, serta sebagai lokasi edukasi masyarakat dari skala rumah tangga sampai
menjadi industri mandiri mengelola sampah.

































