Kapusdal LH SUMA: Langkah Berani Makassar Pilah Sampah Jadi Contoh Kota Metropolitan di Indonesia

Manyala – Kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai memberlakukan sistem pemilahan sampah sejak 1 Agustus 2026 mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (SUMA), Azri Rasul.

Menurutnya, kebijakan yang hanya memperbolehkan sampah residu masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan langkah tepat untuk mewujudkan pengelolaan sampah modern sekaligus memperpanjang umur operasional TPA.

Azri menjelaskan, sistem sanitary landfill yang diterapkan di TPA memiliki sejumlah persyaratan agar dapat berjalan optimal. Salah satu syarat utamanya adalah memastikan hanya sampah residu yang dibuang ke TPA, sementara sampah organik dan anorganik dikelola sejak dari sumbernya melalui proses pengurangan dan pemilahan.

“Program ini sangat baik dan patut didukung. Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. Bentuk tanggung jawab itu dimulai dari mengurangi timbulan sampah dan memilahnya sejak dari rumah,” ujarnya, Selasa (4/8).

Ia menegaskan, pengurangan sampah dilakukan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sedangkan sampah yang sudah dihasilkan harus dipisahkan antara organik, anorganik, dan residu. Dengan cara itu, sampah yang masih memiliki nilai guna tidak lagi berakhir di TPA, melainkan dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.

Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo Untuk Air Baku

Menurut Azri, Kota Makassar telah memiliki infrastruktur yang mendukung kebijakan tersebut, salah satunya melalui keberadaan bank sampah unit yang tersebar di berbagai wilayah.

Sampah anorganik yang telah dipilah dapat disetor ke bank sampah untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku industri daur ulang, bahkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Plastik, kertas, kardus, kaleng, semuanya memiliki industri yang siap memanfaatkannya kembali. Jadi masyarakat tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pemilahan sampah,” katanya.

Sementara itu, sampah organik juga dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat. Azri mencontohkan pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot yang telah berjalan di salah satu kelurahan di Makassar, yakni di Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang.

Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan memiliki nilai ekonomi.

Pemkot Makassar Respons Kekeringan, Air Bersih dari PDAM Disalurkan Menjangkau ke 9 Kecamatan

Ia menilai, jika masyarakat disiplin melakukan pemilahan, maka volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang drastis.

Dampaknya tidak hanya memperpanjang umur TPA, tetapi juga mengurangi pencemaran lingkungan, termasuk emisi gas metana yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di lokasi pembuangan akhir.

“Kalau semua sampah yang masih bisa dimanfaatkan diproses kembali, maka yang dibawa ke TPA tinggal residunya saja. Akibatnya umur TPA menjadi lebih panjang, pencemaran bisa ditekan, dan masyarakat di sekitar TPA juga merasakan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya.

Azri bahkan menyebut langkah yang diambil Pemerintah Kota Makassar sebagai salah satu terobosan paling maju di antara kota-kota metropolitan di Indonesia.

Menurutnya, keberanian menerapkan kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik

“Makassar merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki pemikiran maju dalam menata pengelolaan sampah. Kami juga melihat pemerintah telah aktif melakukan edukasi hingga ke tingkat kelurahan agar masyarakat memahami pentingnya memilah sampah,” ungkapnya.

Meski demikian, Azri menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat.

Karena itu, edukasi harus terus diperkuat, diikuti penyediaan fasilitas bank sampah, dukungan armada pengangkut, hingga penerapan sistem penghargaan dan penegakan aturan bagi warga yang patuh maupun yang masih mengabaikan kewajibannya.

“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Setelah itu pemerintah perlu memperkuat fasilitas pendukung, memberikan penghargaan bagi yang patuh, dan menerapkan sanksi secara konsisten bagi yang melanggar. Dengan begitu budaya memilah sampah akan benar-benar terbentuk dan program ini bisa berjalan efektif,” tutup Azri.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

05

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement