Panen Ketiga Sipakatau: Saat Kebun Warga Maccini Parang Kota Makassar Mulai Dilirik hingga Nunukan

Penulis: Een Astari Ahmad, S.A.P. (Ketua RT 005 RW 004 Maccini Parang)

Manyala – Tiga kali panen dalam perjalanan pengembangan Urban Farming “Sipakatau” menjadi penanda bahwa gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat di RW 004 Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, terus bergerak dari waktu ke waktu. Pada Rabu, 16 September 2026, panen ketiga kembali digelar melalui kerja cerdas, konsisten, dan kolaboratif antara pemerintah kelurahan, pengurus RW, seluruh Ketua RT, serta masyarakat.

Panen kali ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri jajaran pemerintahan dan tokoh daerah, tetapi juga mendapat kunjungan langsung dari Andi Fajrul Syam, S.H., M.Pi., Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan bersama rombongan.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena Urban Farming Sipakatau mulai dilihat sebagai praktik pemberdayaan masyarakat yang memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah lain.

Turut hadir Camat Makassar Tri Sugiarto Burhan, S.STP., M.A.P., Anggota DPRD Kota Makassar Ir. H. Muchlis A. Misbah, Lurah Maccini Parang Mahyuddin Basri, S.T., Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), serta Ketua RW bersama seluruh Ketua RT Maccini Parang.

Pemkot Makassar Ambil Bagian dalam Urban Climate Forum 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim

Bagi Ketua RW dan para Ketua RT, panen ketiga bukan sekadar agenda seremonial. Tiga kali panen menunjukkan adanya proses yang terus dijaga: warga tidak hanya memulai, tetapi juga mampu mempertahankan kegiatan, melakukan perawatan, dan menghasilkan kembali. Di sinilah kekuatan utama Sipakatau terlihat—program berjalan karena masyarakat dilibatkan sebagai pelaku, bukan hanya sebagai penerima manfaat.

Dalam kunjungan tersebut, Andi Fajrul Syam memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan para Ketua RT, Ketua RW, dan masyarakat. Menurutnya, kerja yang dilakukan secara bersama tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan yang konkret dan produktif.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Lurah Maccini Parang dan Camat Makassar yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Urban Farming Sipakatau. Praktik seperti ini, menurutnya, dapat menjadi bahan pembelajaran dan inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan maupun daerah lainnya dalam mengembangkan urban farming sesuai potensi wilayah masing-masing.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa urban farming dapat ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Ia bukan hanya tentang tanaman yang tumbuh, tetapi tentang masyarakat yang diberi ruang untuk bekerja, belajar, berinovasi, dan menghasilkan sesuatu secara nyata.

Sementara itu, Ir. H. Muchlis A. Misbah melihat panen ketiga sebagai momentum yang semakin memperlihatkan harmoninya kolaborasi. Kehadiran sejumlah rekan anggota DPRD, termasuk dari unsur Fraksi NasDem dan Demokrat, menurutnya membuat kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperluas jejaring dukungan terhadap pengembangan Urban Farming Sipakatau.

Tinjau Wajah Baru TPA, Wali Kota Makassar Munafri: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya

“Panen ketiga ini sungguh harmonis dan indah karena sudah dibersamai dengan beberapa rekan DPRD dari Fraksi NasDem dan Demokrat yang telah bersilaturahmi di Urban Farming Sipakatau. Silaturahmi ini tentu menjadi bagian dari bentuk kolaborasi,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah kelurahan, Lurah Maccini Parang Mahyuddin Basri, S.T. menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kunjungan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan bersama rombongan. Ia juga mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan kepada pengembangan Urban Farming Sipakatau.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi warga untuk terus mengembangkan kawasan. Kolaborasi lintas daerah seperti ini menunjukkan bahwa sebuah inisiatif yang tumbuh dari lingkungan masyarakat dapat membuka ruang pertukaran pengalaman dan gagasan yang lebih luas.

Ke depan, Ketua RW 004 bersama seluruh Ketua RT menargetkan Sipakatau tidak berhenti pada pola budidaya yang ada saat ini. **Pengembangan berbasis teknologi, termasuk penguatan sistem hidroponik, akan terus dieksplorasi agar kawasan memiliki produktivitas, nilai edukasi, dan nilai ekonomi yang semakin besar.

Targetnya bukan sekadar memperbanyak hasil panen, tetapi membangun sebuah ekosistem: produksi pangan, edukasi, teknologi, pemberdayaan, ekonomi warga, dan kepedulian lingkungan dalam satu kawasan.

Tekan Stunting, TP PKK Makassar Bagikan Makanan Bergizi Gratis Setiap Hari

Karena itu, keberlanjutan Urban Farming Sipakatau membutuhkan dukungan yang integratif dari pemerintah, legislatif, masyarakat, dunia usaha, koperasi, akademisi, dan berbagai pihak lainnya. Pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang sehat tidak cukup hanya dibangun dengan modal atau gagasan; keduanya membutuhkan implementasi yang nyata, konsisten, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Panen ketiga akhirnya menjadi sebuah pesan yang lebih besar: ketika RT, RW, pemerintah kelurahan, kecamatan, legislatif, dan masyarakat bergerak dalam satu irama, sebuah lahan kecil dapat melahirkan gagasan besar.

Dari RW 004 Maccini Parang, Sipakatau kini tidak hanya memanen hasil budidaya, tetapi mulai memanen kepercayaan, jejaring kolaborasi, pengetahuan, dan peluang untuk tumbuh lebih besar.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

05

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Kolom

× Advertisement
× Advertisement