10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia

10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia. (Dok. Canva).
10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia. (Dok. Canva).

Manyala.co – Bhutan menempati posisi pertama sebagai negara dengan rata-rata ketinggian tertinggi di dunia, mencapai 3.279 meter di atas permukaan laut. Data terbaru dari World Population Review menempatkan negara kecil di Asia Selatan itu di atas Nepal dan Tajikistan yang berada di posisi kedua dan ketiga.

Bhutan terletak di kawasan pegunungan Himalaya dan memiliki sejumlah puncak tinggi, termasuk Gunung Gangkhar Puensum yang mencapai 7.571 meter. Gunung ini dikenal sebagai puncak tertinggi di dunia yang belum pernah didaki manusia.


1. Sepuluh Negara dengan Ketinggian Tertinggi

Berikut daftar lengkap 10 negara dengan elevasi rata-rata tertinggi di dunia berdasarkan laporan World Population Review:

  1. Bhutan (Asia Selatan) — 3.279 meter.
    Puncak tertinggi: Gunung Gangkhar Puensum (7.571 meter).
  2. Nepal (Asia Selatan) — 3.266 meter.
    Puncak tertinggi: Gunung Everest (8.850 meter), berbatasan dengan Tiongkok.
  3. Tajikistan (Asia Tengah) — 3.187 meter.
    Wilayah tertinggi: Pegunungan Turkestan, dengan ketinggian maksimum 5.510 meter.
  4. Kirgistan (Asia Tengah) — 2.989 meter.
    Dikenal dengan pegunungan Tian Shan dan Pamir.
  5. Lesotho (Afrika Selatan) — 2.161 meter.
    Puncak tertinggi: Thabana Ntlenyana (3.482 meter). Negara ini seluruhnya berada di dataran tinggi.
  6. Andorra (Eropa Barat Daya) — 1.996 meter.
    Dikelilingi Pegunungan Pirenia, dengan puncak Pic de Coma Pedrosa.
  7. Afganistan (Asia Selatan) — 1.884 meter.
    Pegunungan Hindu Kush mencakup lebih dari separuh wilayahnya.
  8. Chili (Amerika Selatan) — 1.871 meter.
    Bagian besar wilayahnya berada di jajaran Pegunungan Andes.
  9. Tiongkok (Asia Timur) — 1.840 meter.
    Dataran Tinggi Tibet, dikenal sebagai “Atap Dunia”, berbagi Gunung Everest dengan Nepal.
  10. Armenia (Asia Barat) — 1.792 meter.
    Puncak tertinggi: Gunung Aragats (4.090 meter).

2. Dominasi Negara-Negara Asia

Enam dari sepuluh negara dengan ketinggian tertinggi berasal dari Asia, terutama di wilayah Himalaya dan Asia Tengah. Kawasan ini terbentuk akibat aktivitas tektonik antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang mendorong terbentuknya pegunungan tertinggi di dunia.

Pegunungan ini juga menjadi sumber air utama bagi jutaan penduduk Asia serta mendukung ekosistem global melalui penyimpanan es abadi dan aliran sungai besar seperti Gangga, Indus, dan Mekong.

Mengenal Empat Jenis Pola Asuh Orang Tua dan Dampaknya terhadap Perkembangan Anak


3. Kehidupan di Dataran Tinggi

Tinggal di wilayah pegunungan menawarkan sejumlah keuntungan. Menurut DiscoverAvalon.life, keunggulan hidup di dataran tinggi antara lain:

  • Suhu lebih sejuk selama musim panas.
  • Udara bersih dan minim polusi.
  • Manfaat kesehatan akibat aktivitas fisik di udara tipis.
  • Aktivitas alam seperti hiking, ski, dan bersepeda tersedia sepanjang tahun.

Namun, tinggal di pegunungan juga membawa tantangan. Akses transportasi dan layanan publik terbatas, pembangunan infrastruktur lebih mahal, serta risiko isolasi meningkat saat musim dingin.


4. Tantangan Akses dan Adaptasi

Masyarakat di daerah pegunungan sering menghadapi kendala dalam memperoleh layanan dasar seperti internet, kesehatan, dan pendidikan. Beberapa wilayah bahkan tertutup salju selama berbulan-bulan, menyulitkan akses logistik.

Selain itu, medan curam dan lahan miring membuat biaya konstruksi dan transportasi meningkat dibanding wilayah dataran rendah.

Dengan elevasi rata-rata lebih dari 3.000 meter, Bhutan dan Nepal menjadi simbol kekuatan geografis kawasan Himalaya. Meski kehidupan di pegunungan menawarkan udara sejuk dan panorama indah, tantangan akses serta kondisi ekstrem tetap menjadi faktor pembeda utama antara “kehidupan di langit” dan dataran rendah.

Mengenal Perbedaan Foto, USG, X-Ray, CT Scan, dan MRI, Jangan Sampai Keliru!

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement