China Perketat Perburuan Bos Penipuan Siber Asia Tenggara

China
Pihak berwenang China telah merilis video Chen Zhi yang dibawa dari pesawat dengan tas hitam di atas kepalanya. (Dok. AFP: Kementerian Keamanan Publik Tiongkok )

Manyala.co – Pemerintah China semakin agresif memburu para aktor utama jaringan penipuan siber yang beroperasi di Asia Tenggara, khususnya di Kamboja dan Myanmar. Langkah ini dilakukan seiring kekhawatiran Beijing bahwa para buronan kelas kakap tersebut dapat lebih dulu dijerat oleh otoritas Amerika Serikat.

Dalam setahun terakhir, operasi penindakan yang dipimpin China telah membebaskan ribuan pekerja dari pusat-pusat penipuan daring di Myanmar dan Kamboja. Kini, fokus aparat keamanan China bergeser ke pucuk pimpinan jaringan kriminal, termasuk Chen Zhi, salah satu buronan paling dicari di Asia.

Chen Zhi, CEO Prince Holding Group, dituduh sebagai otak di balik jaringan penipuan kripto lintas negara dengan nilai fantastis mencapai 14 miliar dollar AS atau setara Rp 232 triliun. Ia diekstradisi ke China pada Kamis (8/1/2026) dan tiba di Bandara Beijing dengan kepala tertutup, diborgol, serta dikawal ketat oleh pasukan bersenjata.

Menurut pengamat kejahatan terorganisir dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime, Jason Tower, penangkapan Chen hampir dipastikan merupakan hasil tekanan diplomatik dan keamanan China yang dilakukan secara intensif namun tertutup. Beijing disebut mendorong pemerintah Kamboja untuk segera bertindak.

Penahanan Chen dilakukan setelah Amerika Serikat, pada Oktober 2025, mendakwa Prince Group sebagai jaringan besar penipuan siber global. Situasi ini memicu kekhawatiran Beijing bahwa Chen dapat diekstradisi ke AS, yang dinilai sensitif secara politik mengingat dugaan kedekatan Chen dengan sejumlah pejabat China.

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

Peneliti kejahatan transnasional dari Harvard University Asia Center, Jacob Sims, menyebut langkah cepat China bertujuan mencegah proses hukum di luar negeri. Menurutnya, Beijing ingin memastikan penanganan kasus tetap berada di bawah yurisdiksi domestik.

China bahkan mempertontonkan proses ekstradisi Chen melalui video resmi Kementerian Keamanan Publik, yang memperlihatkan pengawalan ketat aparat bersenjata. Sebelumnya, Beijing juga menjatuhkan hukuman mati kepada sejumlah anggota keluarga sindikat penipuan di Myanmar utara, dengan pengakuan kejahatan mereka disiarkan di televisi nasional.

Kementerian Keamanan Publik China menyatakan operasi ini belum berakhir. Dalam beberapa pekan terakhir, surat perintah penangkapan dikeluarkan terhadap sekitar 100 buronan lain yang diduga menjadi penyandang dana utama industri penipuan siber. China berjanji memutus aliran dana, membongkar akar jaringan, dan menghancurkan rantai kejahatan tersebut.

Meski demikian, para analis menilai pemberantasan menyeluruh akan sulit tercapai tanpa tekanan berkelanjutan dari komunitas internasional. Banyak kompleks penipuan di Kamboja disebut masih beroperasi dengan perlindungan politik lokal, tudingan yang dibantah pemerintah Kamboja.

Kamboja mengklaim telah meningkatkan penindakan dan menyebut lebih dari 2.000 orang ditangkap sepanjang Juli lalu. Namun, sejumlah pakar tetap meragukan efektivitas langkah tersebut tanpa kerja sama global yang konsisten.

GSI Makassar 2026 Cetak Prestasi Gemilang, Tim Putra-Putri Sabet Juara Sulsel dan Melaju ke Nasional

Di sisi lain, keterbatasan transparansi dalam sistem hukum China juga disorot. Akademisi Kamboja dan mantan duta besar Pou Sothirak menilai kurangnya keterbukaan berpotensi menghambat pengungkapan penuh skema penipuan siber lintas negara yang kompleks ini.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Fakultas Teknik UNM Gandeng PT Indonav Teknologi Gelar Kuliah Umum, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Teknologi Pemetaan Presisi Tinggi

02

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

03

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

04

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

05

Pasar Malam BTP Bikin Resah, Tokoh Pemuda Desak Kegiatan 25 September Dibatalkan

06

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

07

10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement