Saksi Sebut Nadiem Cari Non-Ahli Pendidikan untuk Posisi Dirjen

Nadiem
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyerahkan laporan hasil audit terkait nilai kerugian negara untuk kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook kepada tim pengacara Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/1/2026). (Dok. Shela Octavia)

Manyala.co – Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen Paudasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jumeri, menyatakan bahwa penunjukannya sebagai pejabat eselon I dilakukan atas permintaan langsung Menteri saat itu, Nadiem Anwar Makarim, dengan kriteria bukan ahli pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jumeri saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menyeret Nadiem sebagai terdakwa. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (19/1/2026). Jaksa penuntut umum membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Jumeri yang kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh saksi.

Dalam BAP tersebut, Jumeri menyatakan bahwa dirinya diminta menjabat sebagai Dirjen Paudasmen karena Nadiem mencari figur yang tidak berasal dari kalangan akademisi pendidikan, melainkan dari daerah dan lingkungan sekolah. Jaksa menanyakan kembali pernyataan itu di persidangan, dan Jumeri membenarkan seluruh keterangan yang tercantum dalam BAP.

Jaksa juga mengungkap bahwa Jumeri telah dimasukkan ke dalam grup WhatsApp Direktorat Paudasmen sebelum secara resmi menjabat sebagai direktur jenderal. Grup tersebut, menurut keterangan saksi, telah membahas program dan kegiatan strategis, termasuk rencana pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop Chromebook.

Jumeri mengakui bahwa pembahasan mengenai pengadaan Chromebook telah berlangsung di grup tersebut meskipun dirinya belum dilantik secara resmi sebagai Dirjen Paudasmen pada Juli 2020. Namun, ia menyatakan tidak memberikan tanggapan aktif dalam diskusi karena merasa belum memahami substansi kebijakan dan belum memiliki kewenangan struktural.

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Munafri, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

Dalam perkara ini, Nadiem Anwar Makarim didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek. Jaksa menyebut proyek tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun. Pengadaan itu ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah daerah.

Sebelumnya, Nadiem telah mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa. Namun, majelis hakim menolak eksepsi tersebut dan memutuskan perkara dilanjutkan ke tahap pembuktian dengan pemeriksaan saksi dan alat bukti.

Kasus pengadaan Chromebook menjadi sorotan karena melibatkan kebijakan pengadaan teknologi berskala nasional dan melibatkan anggaran negara dalam jumlah besar. Hingga persidangan berlangsung, jaksa masih terus menghadirkan saksi-saksi untuk menguatkan dakwaan dan menelusuri proses perencanaan serta pelaksanaan proyek tersebut.

Pengadilan belum menjadwalkan pemeriksaan terdakwa berikutnya secara terbuka. Hingga Senin malam, belum ada pernyataan tambahan dari pihak terdakwa terkait kesaksian Jumeri di persidangan.

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Munafri, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

02

Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa, Pemasaran UMKM dan Hasil Tani Makin Terbuka

03

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

04

Loka MBG Segera Diluncurkan, BGN Bidik Pasar Lebih Luas bagi Petani dan Peternak

05

Respons Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Dasco: Jawab dengan Kerja Teruji

06

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

07

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

08

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Kolom

× Advertisement
× Advertisement