Makassar, Manyala.co – Operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat pada Selasa (20/1/2026). Sekitar 500 petugas SAR gabungan dikerahkan, meski kondisi cuaca ekstrem berupa hujan badai mempersulit akses ke lokasi.
Tim SAR terbagi menjadi tujuh kelompok, terdiri atas dua tim evakuasi dan lima tim pencarian. Setiap tim dilengkapi jas hujan dan dipandu warga lokal untuk memetakan jalur di medan terjal dan curam. Evakuasi dilakukan secara darat karena kondisi cuaca dan topografi yang menghalangi operasi udara.
Kolonel Inf Abi Kusnianto, Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, menegaskan bahwa semua tim harus melaporkan setiap temuan sekecil apa pun. “Tim ekor pesawat bertugas mencari ekor pesawat dan black box. Semua harus tahu tugasnya,” ujarnya.
Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menambahkan dua tim fokus pada evakuasi jenazah dan pencarian ekor pesawat, sementara lima tim lain menelusuri lokasi korban dan serpihan pesawat. “Kondisi kita akan tetap masuk walaupun teman-teman lihat sendiri hujan badai, tapi kita paksa naik untuk tetap mencari,” kata Andre.
Beberapa korban telah berhasil dievakuasi ke lereng, dengan prioritas penarikan korban pertama sebelum korban kedua. Tim SAR menyesuaikan jalur evakuasi agar mendekati desa terdekat demi mempercepat proses identifikasi oleh keluarga.
Pencarian black box menjadi prioritas tambahan. Andre menekankan keselamatan tim di lokasi lereng yang curam, mengingat semua serpihan pesawat tersebar di medan yang sulit. “Black box mudah-mudahan ditemukan. Makanya ini harus safety karena semua serpihan itu ada di lereng,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan potensi SAR lainnya. Upaya ini dilakukan di tengah medan ekstrem dengan tebing curam dan jarak pandang terbatas akibat hujan badai, yang memperlambat proses pencarian namun tetap mengutamakan keselamatan personel.
Kecelakaan ATR 42-500 ini menimbulkan dampak luas terhadap operasional penerbangan domestik di rute Yogyakarta–Makassar. Proses pencarian korban dan black box diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga dan otoritas penerbangan, serta mendukung investigasi penyebab kecelakaan. Hingga Selasa sore, belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah total korban yang berhasil dievakuasi maupun kondisi black box.
































