Manyala.co – Sejumlah ibu kota dunia mencatat suhu rata-rata tahunan terendah akibat letak geografis lintang tinggi dan iklim kontinental ekstrem, dengan Ulaanbaatar, Mongolia, menjadi ibu kota terdingin berdasarkan data suhu rata-rata tahunan global.
Data yang dihimpun WorldAtlas menunjukkan sepuluh ibu kota memiliki suhu rata-rata tahunan mendekati atau berada di bawah 10 derajat Celsius. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini meliputi lokasi di lintang tinggi, posisi di pedalaman benua, minimnya pengaruh laut, serta paparan massa udara dingin dari Arktik dan Siberia.
Ulaanbaatar menempati peringkat pertama sebagai ibu kota terdingin di dunia dengan suhu rata-rata tahunan minus 0,8 derajat Celsius. Kota ini juga menjadi satu-satunya ibu kota global dengan suhu rata-rata di bawah nol derajat. Kondisi tersebut dipengaruhi iklim kontinental ekstrem, ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut, serta keberadaan sistem tekanan tinggi Siberia yang membawa udara dingin dan kering.
Musim dingin di Ulaanbaatar berlangsung panjang, umumnya dari Oktober hingga April, dengan suhu ekstrem yang dapat turun hingga minus 27,6 derajat Celsius. Kota berpenduduk lebih dari 1,6 juta jiwa ini berada di lembah Sungai Tuul dan dikelilingi pegunungan, yang berkontribusi pada terperangkapnya udara dingin selama musim dingin.
Peringkat kedua ditempati Astana, ibu kota Kazakhstan, dengan suhu rata-rata tahunan 4,2 derajat Celsius. Kota ini memiliki iklim stepa dingin dan mencatat suhu rata-rata Januari minus 14,2 derajat Celsius. Lokasi jauh dari laut serta paparan angin dingin Siberia menyebabkan musim dingin panjang dan tutupan salju yang dapat berlangsung lebih dari enam bulan.
Reykjavik, Islandia, berada di posisi ketiga dengan suhu rata-rata tahunan 4,3 derajat Celsius. Meski terletak di lintang utara, pengaruh Arus Teluk dan Samudra Atlantik Utara membuat iklim kota ini relatif lebih ringan dibandingkan ibu kota kontinental lainnya. Musim dingin tetap panjang dan gelap, dengan suhu umumnya mendekati titik beku.
Moskow, ibu kota Rusia, menempati peringkat keempat dengan suhu rata-rata tahunan 5,7 derajat Celsius. Kota berpenduduk lebih dari 13 juta jiwa ini mengalami musim dingin panjang dari November hingga Maret. Letaknya yang jauh dari pengaruh maritim memungkinkan udara Arktik masuk tanpa hambatan signifikan.
Oslo, Norwegia, berada di urutan kelima dengan suhu rata-rata tahunan 5,9 derajat Celsius. Kedekatan dengan Laut Utara dan Oslofjord membantu meredam suhu ekstrem, meskipun musim dingin tetap dingin dengan suhu rata-rata Januari minus 5,1 derajat Celsius.
Daftar selanjutnya mencakup Helsinki (6,1°C), Tallinn (6,5°C), Ottawa (6,9°C), Minsk (6,9°C), dan Vilnius (7,2°C). Sebagian besar kota ini terletak di Eropa Utara, Eropa Timur, dan Amerika Utara, wilayah yang dikenal memiliki musim dingin panjang dan intens.
Para ahli iklim menyebut pola suhu ini konsisten dengan karakteristik iklim lintang tinggi global. Hingga Senin malam, tidak terdapat pembaruan data terbaru yang mengubah peringkat tersebut, dan daftar ini masih mengacu pada suhu rata-rata tahunan jangka panjang.
































