Manyala.co – Pendiri Microsoft dan filantropis global Bill Gates akhirnya memberikan tanggapan resmi setelah namanya kembali muncul dalam dokumen terbaru terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pekan lalu dan memuat sejumlah korespondensi internal Epstein dengan berbagai tokoh publik.
Dalam dokumen itu, terdapat draf email yang ditulis Epstein untuk dirinya sendiri, berisi klaim sepihak mengenai keterlibatan Gates dalam sejumlah aktivitas kontroversial. Epstein mengklaim dirinya membantu Gates dalam berbagai hal, termasuk penyediaan narkoba serta memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah perempuan. Hingga kini, klaim tersebut tidak pernah dibuktikan dan tidak disertai dakwaan hukum terhadap Gates.
Menanggapi hal tersebut, Gates menyatakan penyesalan mendalam atas hubungannya di masa lalu dengan Epstein. Dalam wawancara dengan 9News Australia yang dikutip Agence France-Presse (AFP) pada Kamis (5/2/2026), Gates menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf,” kata Gates.
Gates juga menegaskan bahwa draf email yang beredar tidak pernah dikirim dan isinya tidak benar. Ia menyatakan tidak memahami motif Epstein menuliskan klaim tersebut.
“Email itu tidak pernah dikirim. Email itu palsu. Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan saat itu. Apakah dia mencoba menyerang saya dengan cara tertentu?” ujarnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh juru bicara Gates yang membantah keras isi dokumen tersebut. Menurut juru bicara, dokumen itu justru menunjukkan frustrasi Epstein karena gagal menjalin hubungan berkelanjutan dengan Gates.
“Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah rasa frustrasi Epstein karena ia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana ia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baik Gates,” kata juru bicara tersebut.
Gates mengungkapkan bahwa pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada 2011. Ia mengaku sempat beberapa kali makan malam dengan Epstein selama periode sekitar tiga tahun. Namun, Gates menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia dan tidak memiliki hubungan dengan perempuan yang terkait dengan kasus tersebut.
Menurut Gates, pertemuan-pertemuan tersebut berangkat dari klaim Epstein yang menyatakan memiliki jaringan donor kaya yang dapat mendukung program kesehatan global.
“Fokusnya selalu pada kenyataan bahwa dia mengenal banyak orang kaya, dan dia mengatakan dia bisa membuat mereka menyumbangkan uang untuk kesehatan global. Jika dilihat ke belakang, itu adalah jalan buntu,” kata Gates.
Dokumen Epstein yang dirilis pemerintah AS mencantumkan sejumlah nama tokoh publik internasional. Namun, otoritas menegaskan bahwa pencantuman nama dalam berkas tersebut tidak secara otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana. Hingga kini, Gates tidak pernah didakwa atau dinyatakan melakukan pelanggaran hukum terkait Epstein.
Sementara itu, mantan istri Gates, Melinda French Gates, menyatakan bahwa pengungkapan dokumen tersebut kembali membuka luka lama. Dalam wawancaranya dengan National Public Radio (NPR), ia menyebut situasi tersebut sangat berat secara emosional.
“Bagi saya, secara pribadi itu sulit setiap kali detail-detail itu muncul,” katanya. Ia menambahkan bahwa pertanyaan terkait kasus ini seharusnya dijawab oleh pihak-pihak yang terlibat langsung.
Hingga Kamis siang, belum ada pernyataan lanjutan dari Departemen Kehakiman AS mengenai dampak hukum tambahan dari dokumen yang dirilis tersebut.
































