Purbaya Kritik Akurasi Proyeksi Ekonomi Lembaga Internasional

Purbaya
Purbaya Kritik Akurasi Proyeksi Ekonomi Lembaga Internasional.

Manyala.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dirilis lembaga keuangan internasional tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan peramalan yang presisi, melainkan cenderung mengikuti data realisasi terakhir, Jumat (20/2/2026).

Dalam wawancara di program “Apa Kabar Indonesia Pagi” di tvOne, Purbaya mengatakan para ekonom lembaga internasional umumnya menyusun proyeksi berdasarkan tren data terbaru dan menyesuaikannya ketika terdapat perkembangan baru.

“Jadi saya tahu cara berpikir para peramal ekonomi ini. Dia lihat data terakhir, dimasukin, kalau naik, ya naik juga. Mereka enggak bisa meramal betulan, mereka cuma ikutin angka terakhir,” kata Purbaya.

Ia mencontohkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025. Saat itu, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,9 persen, serupa dengan proyeksi JPMorgan Chase di angka yang sama.

Namun realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 tercatat 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari perkiraan kedua lembaga tersebut. Angka tersebut juga menunjukkan percepatan dibandingkan tren sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.

JK Usul BBM Naik, Waka Banggar DPR: Kenaikan Justru Buat Daya Beli Masyarakat Turun

“Anda lihat aja kan kemarin. IMF dan JP Morgan prediksi (ekonomi) kita 4,9 persen. Tapi kita bisa menunjukkan arah perbaikan di triwulan keempat dari 5 poin sekian jadi 5,39 persen. Itu kan ada break, dari struktur turun, tiba-tiba naik,” ujar Purbaya.

Setelah realisasi tersebut, IMF dan JPMorgan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 menjadi 5,2 persen. Sebelumnya, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen, sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.

“Nah, semuanya melihat itu, dan langsung merubah prediksi ekonominya. Tahun ini mereka IMF sudah menaikkan ke 5,2 persen, JP Morgan juga ke 5,2 persen,” kata Purbaya.

Ia menyatakan optimisme bahwa proyeksi tersebut berpotensi kembali direvisi naik pada pertengahan 2026 seiring upaya pemerintah mendorong percepatan ekonomi. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 berpotensi berada di kisaran 5,6 hingga 6 persen.

“Saya yakin, nanti di pertengahan tahun mereka juga akan merubah ke level yang lebih tinggi lagi. Karena kita akan dorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi. Mungkin triwulan pertama (bisa tumbuh) antara 5,6-6 persen. Dan ini bukan optimis, tapi itu memang akan terjadi,” ujarnya.

Camat Se-Makassar Teken Komitmen Basmi Sampah, Terapkan Sanitary Landfill di TPA Antang

Data resmi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 belum dirilis hingga Jumat siang. Pemerintah sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di atas 5 persen pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat konsumsi domestik dan investasi.

IMF dan lembaga keuangan global lainnya secara rutin memperbarui proyeksi ekonomi negara-negara anggota berdasarkan perkembangan indikator makroekonomi global dan domestik. Revisi proyeksi kerap dilakukan beberapa kali dalam setahun menyesuaikan dinamika harga komoditas, kebijakan moneter, dan kondisi geopolitik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari IMF maupun JPMorgan terkait pernyataan Purbaya tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Avtur Naik 30 Persen, Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Tak Dibebankan ke Jamaah

02

DPR Apresiasi Vonis Bebas Amsal, Kritik Kejari Karo

03

Lewat Jalur SNBP 2026, Institut Teknologi BJ Habibie Loloskan 409 Calon Mahasiswa Baru

04

Ketua IKATSI Unhas, Andi Subhan Mustari Hadiri Pelepasan Alumni Fakultas Teknik Unhas Periode April 2026

05

Bimantoro Kritik Profesionalitas Kejari Karo dalam Kasus Sitepu

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom

× Advertisement
× Advertisement