TNI Siap ke Gaza, Tunggu Perintah Presiden

TNI
TNI Siap ke Gaza, Tunggu Perintah Presiden

Manyala.co – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam misi perdamaian di Gaza setelah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP), dengan penugasan menunggu perintah Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan Panglima TNI telah menyiapkan personel untuk diberangkatkan sewaktu-waktu. “Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap ya,” ujar Donny di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Ia belum merinci jumlah prajurit yang akan dikirim. Namun, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak sebelumnya memperkirakan jumlah personel dapat mencapai 5.000 hingga 8.000 prajurit, tergantung keputusan akhir pemerintah.

Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, menyatakan keputusan mengenai jumlah pasukan akan ditetapkan pada akhir Februari 2026 setelah mendapat persetujuan Presiden. “Sampai sekarang kita banyak sudah ada beberapa opsi untuk bisa kita berpartisipasi aktif terhadap perdamaian di Gaza. Secara pastinya menunggu keputusan, akhir bulan inilah yang nanti akan ditandatangani langsung oleh Bapak Presiden,” katanya.

Menurut Tandyo, TNI memiliki sejumlah opsi keterlibatan dalam misi tersebut, termasuk penugasan pasukan stabilisasi. Ia menegaskan TNI tidak akan mengirim personel yang belum berpengalaman dalam misi perdamaian internasional.

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

TNI berencana merekrut kembali prajurit yang pernah bertugas dalam misi The United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Indonesia telah mengirimkan kontingen Garuda ke misi UNIFIL sejak 2008 dan secara berkala memperbarui penugasannya.

“Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana. Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008, ya, dari 2008 itu kita sudah mengirimkan Unifil ke sana sudah berkali-kali, dan orang-orang inilah nanti yang akan kita kirim ke sana,” kata Tandyo. Ia menambahkan pengalaman di Lebanon dinilai relevan dalam konteks operasi stabilisasi dan interaksi dengan masyarakat sipil.

Langkah ini menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP, sebuah inisiatif internasional yang ditujukan untuk mengawasi proses stabilisasi dan rekonstruksi Gaza pascagencatan senjata. Gencatan senjata fase pertama dimulai pada Oktober 2025, namun situasi keamanan di wilayah tersebut masih dinilai rapuh.

Media Israel, The Israel Post, sebelumnya melaporkan Indonesia diperkirakan menjadi negara pertama yang mengerahkan pasukan ke Gaza dalam fase kedua gencatan senjata. Laporan tersebut menyebut pasukan Indonesia dapat ditempatkan di wilayah Khan Yunis dan Rafah, Gaza Selatan, untuk mengawasi garis pertahanan tertentu.

Namun, hingga Selasa sore belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Indonesia mengenai lokasi penugasan maupun mandat operasional rinci. Pejabat TNI juga tidak menjelaskan apakah pengerahan tersebut akan berada di bawah komando pasukan stabilisasi internasional atau mekanisme lain yang disepakati melalui BoP.

Enrekang Raih Peringkat Ketiga TPID Award 2026 Tingkat Nasional

Indonesia merupakan salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian PBB dari kawasan Asia Tenggara. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian global, dengan tetap menunggu keputusan politik dan mandat resmi sebelum pengerahan pasukan dilakukan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

06

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

Kolom

× Advertisement
× Advertisement