Makassar, Manyala.co – Warga di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dibuat resah oleh oknum sopir truk pengangkut sampah yang disebut datang langsung menagih iuran sampah ke rumah-rumah warga. Sopir tersebut diketahui mengoperasikan kendaraan pengangkut sampah milik Pemkot Makassar di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP).
Junaidi Rahman, warga setempat, mengatakan penagihan retribusi sampah seharusnya menjadi tugas RT, bukan sopir pengangkut sampah.
“Sepengetahuan saya, penagihan iuran sampah dilakukan RT setempat. Namun di perumahan NHP iuran sampah dilakukan oleh sopir pengangkut sampah, inikan tentunya tidak sesuai aturan dari pemerintah kota Makassar,” ujar Junaidi kepada media, Rabu (25/2).
Junaidi juga memperlihatkan percakapan grup WhatsApp milik warga Nusa Harapan Permai (NHP) RT 001/RW 01. Dalam percakapan tersebut, warga mempertanyakan regulasi penagihan retribusi sampah, apakah dapat dilakukan langsung oleh sopir atau melalui RT.
Menanggapi hal itu, Muh. Risal, RT 001/RW 01 Kelurahan Buntusu, menjelaskan bahwa pembayaran iuran sampah tidak seharusnya dilakukan melalui sopir pengangkut sampah.
“Iye Tabe sebenarnya tidak bisa ki bayar di sopir sampah membayar iurannya karena bukan tugasnya menagih iuran sampah nanti saya sendiri yang menagih untuk iurannya perbulan,” tulis Muh. Risal dalam percakapan tersebut.
Salah satu warga, Aghyl, menegaskan bahwa penagihan dilakukan langsung oleh sopir, bukan inisiatif warga.
“Bukan saya pak RT yang pergi membayar di sopir tapi sopir yang datang menagih…mohon diperjelas dulu bagaimana regulasinya jangan sampai kita double ki membayar,” tulis Aghyl.
Warga lainnya, Yus, menyebut sebagian warga sebelumnya membayar langsung ke sopir karena armada truk sampah jarang datang ke perumahan.
“Tabe pak RT dulu jarang sekali truk sampah sempat jarang sekali datang menjemput sampah sampai sampah berulat, jadi beberapa warga di NHP membayar langsung ke di mobil sampah, setelah itu mereka rajin menjemput sampah kami,” tulis Yus.
Keluhan juga disampaikan Herman Allo, yang mengaku kartu iuran sampah miliknya diambil oleh sopir pengangkut sampah.
“Malam Pak RT, kartu ku (kartu iuran sampah.red) juga tadi diambil alasannya mau di cek diatas mobil baru kasih kembali ternyata dia bawa ki pulang,” tulis Herman Allo.
































