Pertamina Bantah Tuduhan Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Kejagung Lanjutkan Penyelidikan

Pertamina Bantah Tuduhan Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Kejagung Lanjutkan Penyelidikan -  - Gambar 2679
Antara Foto: Rivan Awal Lingga

PT Pertamina (Persero) telah membantah tuduhan bahwa perusahaan tersebut mengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92). Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa narasi mengenai oplosan BBM tersebut tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Kejaksaan Agung.

Fadjar menjelaskan bahwa Kejaksaan Agung sebenarnya mempermasalahkan pembelian BBM dengan RON 90 dan RON 92, bukan terkait adanya pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax. Ia juga memastikan bahwa produk Pertamax yang beredar di masyarakat telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan telah diuji oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain itu, Fadjar menambahkan bahwa kilang Pertamina belum sepenuhnya fleksibel dalam mengolah berbagai jenis minyak mentah. Akibatnya, minyak mentah yang diproduksi di dalam negeri dan tidak sesuai spesifikasi kilang harus diekspor, sementara untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Pertamina perlu mengimpor minyak mentah yang sesuai dengan kemampuan kilang.

Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi proses hukum yang sedang berjalan dan akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait kasus ini. Perusahaan memastikan bahwa seluruh produk BBM yang didistribusikan kepada masyarakat telah memenuhi standar dan spesifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Latar belakang dari kasus ini bermula dari penyelidikan Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam pengadaan dan distribusi BBM jenis Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92) oleh PT Pertamina (Persero). Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan bahwa terjadi pengoplosan atau pencampuran Pertalite menjadi Pertamax, yang kemudian dijual dengan harga lebih tinggi. Namun, Pertamina dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Deretan Da’i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal Besok

Beberapa faktor yang melatarbelakangi isu ini:

  1. Perbedaan Spesifikasi dan Harga
    Pertalite dan Pertamax memiliki perbedaan spesifikasi dan harga yang signifikan. Pertalite merupakan BBM dengan RON 90 yang disubsidi oleh pemerintah, sementara Pertamax dengan RON 92 dijual dengan harga lebih tinggi tanpa subsidi. Dugaan bahwa Pertalite dioplos menjadi Pertamax muncul karena potensi keuntungan besar dari perbedaan harga tersebut.
  2. Penyelidikan Kejaksaan Agung
    Kejaksaan Agung menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam proses pengadaan dan distribusi BBM di Pertamina. Namun, hingga kini belum ada bukti konkret yang membenarkan bahwa Pertamina secara sistematis mengoplos BBM.
  3. Respon Pertamina
    Pertamina membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh produk BBM yang beredar telah melalui uji kualitas oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta memenuhi standar pemerintah. Perusahaan juga memastikan bahwa pengolahan BBM di kilang-kilangnya tidak memungkinkan terjadinya pencampuran semacam itu.
  4. Kondisi Kilang Minyak di Indonesia
    Pertamina menjelaskan bahwa beberapa kilangnya belum sepenuhnya fleksibel dalam mengolah berbagai jenis minyak mentah. Oleh karena itu, ada kondisi di mana minyak mentah dalam negeri harus diekspor, sementara minyak mentah yang sesuai dengan spesifikasi kilang harus diimpor.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menjernihkan dugaan yang beredar di masyarakat.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement