Manyala.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan BBM yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 23 hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis. Pemerintah, kata dia, tidak melihat adanya kebutuhan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Stok kita itu dalam kondisi yang aman. 23 hari, enggak perlu ada panic buying. 23 hari yang dimaksudkan itu adalah di dalam tangki kita,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa angka cadangan tersebut merujuk pada BBM yang tersimpan di fasilitas tangki penyimpanan nasional. Cadangan tersebut merupakan bagian dari sistem logistik energi yang dikelola pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan.
Menurut Bahlil, jumlah cadangan itu tidak bersifat statis karena produksi minyak domestik terus berjalan. Selain produksi dalam negeri, pasokan juga diperkuat oleh pengiriman impor yang datang secara berkala.
“Tapi kan produksi terus, kita produksi terus dan ada masuk terus,” ujarnya.
Pemerintah juga memantau perkembangan harga minyak dunia yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kebijakan energi, termasuk terkait subsidi.
Bahlil mengatakan pemerintah hingga kini belum melakukan kajian untuk menambah anggaran subsidi energi. Menurutnya, keputusan tersebut masih bergantung pada perkembangan harga minyak global.
Ia menyebut rata-rata harga minyak dunia sejak Januari hingga saat ini masih berada di bawah 70 dolar Amerika Serikat per barel.
“Sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang itu belum melampaui 70 USD per barrel,” kata Bahlil.
Namun dalam beberapa hari terakhir, harga minyak sempat mengalami kenaikan signifikan. Bahlil menyebut ada periode ketika harga minyak bergerak pada kisaran 80 hingga 90 dolar AS per barel, bahkan sempat menyentuh sekitar 112 dolar AS per barel.
Meski demikian, ia mengatakan harga tersebut kembali mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah 100 USD. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya,” ujarnya.
Fluktuasi harga minyak dunia sering kali memengaruhi kebijakan energi berbagai negara, termasuk Indonesia yang masih mengandalkan impor untuk sebagian kebutuhan BBM domestik.
Pemerintah biasanya memantau tren harga minyak global secara berkala sebelum menentukan kebijakan fiskal, termasuk penyesuaian subsidi energi maupun strategi pengendalian harga BBM.
Dalam konteks nasional, stabilitas pasokan BBM menjadi faktor penting bagi aktivitas ekonomi dan transportasi, terutama menjelang periode peningkatan mobilitas masyarakat.
Hingga kini, pemerintah menyatakan belum ada indikasi gangguan pasokan BBM nasional. Namun otoritas energi terus memantau kondisi pasar global untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga.
































