Manyala.co – PT Chandra Asri Investama Tbk (CDIA), anak usaha dari konglomerasi Chandra Asri Group, resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 9 Juli 2025. Momentum penting ini turut dihadiri oleh Agus Salim Pangestu, Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk (BRPT), sekaligus putra dari taipan ternama Indonesia, Prajogo Pangestu.
Agus Salim Pangestu terlihat mendampingi jajaran direksi CDIA saat seremoni pembukaan perdagangan. Meski enggan mengungkap secara rinci apakah Barito Pacific akan menyuntikkan dana tambahan ke CDIA dalam waktu dekat, Agus tetap menegaskan dukungan penuhnya terhadap ekspansi dan pertumbuhan CDIA sebagai bagian dari kontribusi korporasi pada pembangunan nasional.
“Bagus lah, harus support Pak Presiden punya growth yang 8% dan untuk Chandra Asri, infrastruktur itu penting untuk growth-nya. Jadi semoga bisa mendukung negara dan programnya Pak Presiden,” ujar Agus kepada media di Gedung BEI, Jakarta.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi strategis CDIA dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui sektor infrastruktur yang menjadi bagian penting dalam visi pembangunan nasional.
Adapun dalam debut perdananya di pasar modal, saham CDIA mencatatkan kinerja positif. Harga saham dibuka di level Rp256 per lembar, melesat 34,7% dari harga penawaran awal sebesar Rp190 per saham. Pergerakan harga yang impresif ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap prospek bisnis perusahaan, yang bergerak di sektor infrastruktur pendukung industri petrokimia.
Melalui aksi Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), CDIA melepas sebanyak 12.482.937.500 lembar saham baru ke publik. Dari proses ini, perusahaan berhasil menghimpun dana segar senilai Rp2,37 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan ekspansi bisnis ke depan, sejalan dengan proyek-proyek strategis yang digarap perseroan.
CDIA sendiri merupakan entitas yang fokus dalam pembangunan infrastruktur penunjang bagi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), perusahaan induknya yang dikenal luas sebagai pemain utama di sektor petrokimia nasional. Dengan struktur perusahaan yang saling terintegrasi dan visi jangka panjang yang kuat, langkah IPO ini dianggap sebagai bagian penting dalam memperkuat fondasi keuangan dan memperluas eksistensi CDIA di sektor infrastruktur industri.
Keberhasilan CDIA melantai di bursa tidak hanya mencerminkan soliditas internal perusahaan, tetapi juga menggambarkan optimisme pasar terhadap sektor infrastruktur sebagai pilar pembangunan jangka panjang. Seiring upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, peran dunia usaha seperti CDIA menjadi semakin penting dalam mewujudkan iklim investasi yang sehat dan produktif.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen CDIA belum merinci secara terbuka strategi penggunaan dana IPO secara lebih spesifik. Namun, sejumlah analis meyakini bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri, peningkatan kapasitas produksi, dan pembangunan fasilitas logistik yang mendukung rantai pasok industri petrokimia.
Melalui langkah strategis ini, CDIA tidak hanya memperkuat struktur keuangan perusahaan, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk menjadi pemain kunci dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
































