Demo Tolak PBB-P2 di Bone Ricuh, Dandim Beberkan Ada Massa Luar Daerah

Demo Tolak PBB-P2 di Bone Ricuh, Dandim Beberkan Ada Massa Luar Daerah - Demo - Gambar 78
Dandim 1407 Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus (kanan) dan Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi (kiri).

Manyala.co – Unjuk rasa besar-besaran di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (19/8/2025), berakhir ricuh hingga melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama di Kota Watampone. Aksi yang awalnya digelar untuk menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tersebut, berujung bentrokan antara massa dengan aparat TNI-Polri.

Dandim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, mengungkapkan fakta mengejutkan. Menurutnya, kericuhan yang terjadi bukan sepenuhnya dilakukan oleh massa Aliansi Rakyat Bone Bersatu, melainkan sudah disusupi pihak luar yang ingin membuat situasi semakin kacau.

“Mereka sudah bukan lagi aliansi rakyat Bone bersatu. Kami amankan 54 orang, sebagian besar bukan warga Bone. Ada yang berasal dari Wajo, Enrekang, bahkan 16 orang tidak memiliki KTP. Sekitar 10 orang juga terbukti positif alkohol dan sabu,” jelas Laode, Rabu (20/8/2025).

Ia juga menambahkan, delapan anggota TNI terluka akibat bentrokan, empat di antaranya mengalami luka di kepala, sementara sisanya di bahu. “Ini bukan lagi soal PBB-P2, tapi memang ada yang ingin mengacaukan Bone,” tegasnya.

Polisi: Kericuhan Ditunggangi Kelompok Anarko

Pernyataan Dandim senada dengan Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, yang menyebutkan bahwa massa aksi sebenarnya telah bubar sejak siang. Namun menjelang malam, sekelompok orang yang tidak dikenal mulai berbuat onar.

Tampil di Forum Dunia, Wali Kota Makassar Munafri Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

“Sejak awal kami kedepankan pendekatan humanis. Tetapi setelah massa yang tidak jelas asal-usulnya datang dan melakukan aksi anarkis, situasi berubah. Bahkan ada tiga anggota polisi yang terluka akibat lemparan batu,” kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan, dari 54 orang yang diamankan, sebagian masih diprofiling karena ada yang di bawah umur. “Bagi yang masih anak-anak hanya didata dan dikembalikan ke orang tuanya,” jelasnya.

Demonstrasi Memanas, Jalanan di Watampone Lumpuh Total

Aksi yang berlangsung sejak pagi awalnya berjalan kondusif meski diwarnai dorong-dorongan antara aparat dan massa. Namun menjelang sore, situasi makin memanas setelah Bupati dan Wakil Bupati Bone tak kunjung menemui pendemo.

Ribuan massa pun membakar ban di tengah jalan, melempar botol ke arah aparat, hingga melakukan aksi lempar batu. Aparat akhirnya terpaksa menyemprotkan water canon untuk membubarkan kerumunan.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Watampone lumpuh total, termasuk Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Wahidin menuju RSUD Tenriawaru, hingga akses ke Kampus IAIN Bone.

Pendekatan Humanis, Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi di Panakkukang ke Lokasi Steril

Sejumlah aparat terluka, termasuk anggota Satpol PP dan Brimob. Bahkan Aipda Rahmat hampir kehilangan jari, sementara Bripda Awal mengalami luka robek di kening.

Warga Mengeluh Hidup Makin Berat

Di tengah kericuhan, suara lantang ibu-ibu turut mewarnai jalannya aksi. Mereka mengaku keberatan dengan kenaikan pajak di tengah harga kebutuhan pokok yang kian melonjak.

“Beras sudah mahal, minyak naik, listrik juga naik. Ditambah lagi pajak dinaikkan, makin susah hidup kami. Mana pak bupati, kenapa tidak muncul?” teriak seorang ibu rumah tangga di tengah kerumunan.

Beberapa demonstran bahkan membawa koper kardus dengan tulisan sindiran “Uangnya Asman”, “Uangnya Akmal”, dan “Uangnya Angkasa”, merujuk pada Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, dan Kepala Bapenda Bone, Muh Angkasa.

Pemkab Bone Putuskan Tunda Kenaikan Pajak

Di tengah situasi yang kian tak terkendali, Sekretaris Daerah Bone, Andi Saharuddin, akhirnya mengumumkan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 sebesar 300 persen ditunda.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

“Sesuai arahan pemerintah pusat, PBB-P2 di Kabupaten Bone ditunda dan akan dikaji ulang. Kita evaluasi total karena ini merupakan temuan dari pemerintahan sebelumnya. Pembayaran PBB dikembalikan ke SPPT lama, dan yang sudah membayar akan disesuaikan,” jelas Saharuddin pada Selasa malam.

Namun pengumuman ini justru menimbulkan pertanyaan besar dari warga: di mana keberadaan Bupati dan Wakil Bupati Bone? Pasalnya, keduanya sama sekali tidak hadir di tengah ribuan massa yang menuntut penjelasan langsung.

Kepala Dinas Kominfo Bone, Anwar, hanya menyebut keduanya sedang berada di luar kota, tanpa menjelaskan detail. Absennya pimpinan daerah ini membuat warga semakin kecewa.

Sorotan Nasional: Banyak Daerah Naikkan PBB-P2

Kebijakan kenaikan PBB-P2 bukan hanya terjadi di Bone. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengungkapkan bahwa setidaknya 104 daerah di Indonesia sudah menaikkan PBB-P2, dengan 20 di antaranya mengalami kenaikan lebih dari 100 persen.

Menurut Bima, sebagian besar kebijakan ini diambil oleh penjabat (Pj) kepala daerah pasca-Pilkada 2024. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan sudah mengeluarkan surat edaran agar daerah yang menaikkan pajak lebih dari 100 persen segera meninjau ulang kebijakan tersebut.

“Pemerintah daerah tetap diberi kewenangan, tetapi harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan berkonsultasi dengan DPRD,” jelas Bima.

DPRD Bone Mulai Bersikap

Di tengah polemik, suara kritis muncul dari DPRD Bone. Andi Adil Fadli Lura, salah satu anggota dewan, menolak keras kenaikan PBB-P2.

“Target PAD memang penting, tetapi jika beban ini langsung ditimpakan ke rakyat tanpa sosialisasi, dampaknya sangat besar. Apalagi sekarang gejolak sudah terjadi sampai ke kecamatan-kecamatan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan kenaikan pajak seharusnya dilakukan bertahap dengan penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

Gelombang Ketidakpuasan Belum Usai

Meski pemerintah daerah telah memutuskan menunda kenaikan PBB-P2, gelombang ketidakpuasan warga Bone tampaknya belum mereda. Absennya bupati dan wakil bupati di tengah demonstrasi membuat kepercayaan publik semakin luntur.

Warga menuntut kehadiran langsung pemimpin mereka, bukan sekadar pengumuman melalui perantara. Bagi sebagian warga, penundaan bukanlah solusi, melainkan hanya bentuk pengalihan isu tanpa komitmen jelas.

Situasi masih tegang. Aparat TNI-Polri tetap berjaga di sekitar kantor bupati dan sejumlah titik rawan di Kota Watampone untuk mencegah kericuhan susulan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Tampil di Forum Dunia, Wali Kota Makassar Munafri Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

02

Pendekatan Humanis, Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi di Panakkukang ke Lokasi Steril

03

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

04

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

05

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

06

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

07

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement