Disentil Prabowo, Menkeu Siapkan Pembenahan Total Pajak dan Bea Cukai

Pajak
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak, Surabaya. (Dok. Kemenkeu).

Manyala.co – Sindiran Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mengangkat isu kebocoran penerimaan negara yang nilainya diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, dan langsung menjadi perhatian serius Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Presiden secara tegas menyoroti masih maraknya praktik penghindaran pajak, mulai dari manipulasi nilai ekspor-impor (under invoicing) hingga aktivitas industri yang tidak tercatat dalam sistem perpajakan maupun kepabeanan.

“Presiden menyampaikan apakah negara akan terus dibohongi oleh praktik-praktik di sektor pajak dan bea cukai. Walaupun tidak menatap langsung ke arah saya, jujur saja saya sempat merasa deg-degan,” ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Purbaya menjelaskan, pemerintah kini mulai mampu mendeteksi berbagai celah kebocoran tersebut berkat penguatan sistem dan pemanfaatan analisis data. Pengembangan sistem analitik yang sebelumnya dilakukan oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) telah menghasilkan temuan signifikan, khususnya di sektor kelapa sawit.

Ke depan, Kementerian Keuangan berencana mengoptimalkan penggunaan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk memastikan seluruh potensi penerimaan negara dapat terpetakan dengan baik dan kebocoran dapat ditekan semaksimal mungkin.

Kuasai Fasum Sejak 1975, 16 PKL Pasar Cidu Makassar Direlokasi Demi Akses Lancar

Selain sektor ekspor, Purbaya juga menyoroti praktik industri dalam negeri yang sama sekali tidak tersentuh kewajiban pajak. Ia menyebut adanya perusahaan asing di sektor baja dan bahan bangunan yang beroperasi di Indonesia, menjual produk secara tunai, namun tidak memungut maupun menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Kerugian negara dari praktik ini sangat besar. Mereka bertransaksi tunai tanpa PPN, khususnya di sektor baja dan material bangunan,” ujarnya.

Purbaya memperkirakan, penertiban terhadap perusahaan-perusahaan yang selama ini tidak patuh berpotensi menambah penerimaan negara hingga triliunan rupiah per tahun. Bahkan, dari satu kelompok wajib pajak saja, potensi tambahan penerimaan disebut bisa melampaui Rp 4 triliun dalam setahun.

Ia juga mengaku heran karena sejumlah perusahaan tersebut telah lama beroperasi di Indonesia, namun seolah luput dari pengawasan aparat. Padahal, menurutnya, informasi di lapangan seharusnya cukup untuk mendeteksi aktivitas tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Purbaya menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penataan organisasi akan dilakukan agar aparat bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab.

Wali Kota Munafri: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

“Pegawai yang bekerja baik akan kami pertahankan. Namun mereka yang tidak mau berubah dan tidak bisa dibina, akan kami nonaktifkan. Ini harus dipisahkan dengan tegas,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

04

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement