DPR Dorong OTT Global Berkontribusi pada Infrastruktur Digital

OTT Global
Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian.

Manyala – Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian meminta platform OTT global berkontribusi terhadap infrastruktur digital nasional, menyusul ketimpangan antara investasi jaringan domestik dan keuntungan besar yang diraih perusahaan digital di Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Bandar Lampung, Sabtu (11/4/2026). Kawendra menyoroti besarnya keuntungan yang diperoleh platform digital global di Indonesia, sementara pembangunan infrastruktur jaringan masih ditopang oleh perusahaan nasional.

Ia menyebut perusahaan seperti Telkom Indonesia menanggung beban besar dalam pembangunan jaringan internet. Di sisi lain, platform over the top (OTT) global dinilai menikmati pertumbuhan pasar digital Indonesia tanpa kontribusi yang sepadan terhadap infrastruktur.

โ€œAda beberapa hal yang saya tanyakan, kita menggelontorkan Rp120 triliun untuk jaringan kita sementara OTT global mendapat sekitar Rp45 triliun tapi kontribusinya tidak jelas,โ€ kata Kawendra.

Menurutnya, Indonesia perlu mengadopsi skema โ€œfair shareโ€ yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Korea Selatan dan tengah dikembangkan di India. Skema tersebut mewajibkan platform digital untuk ikut menanggung biaya infrastruktur jaringan yang mereka gunakan.

JK Usul BBM Naik, Waka Banggar DPR: Kenaikan Justru Buat Daya Beli Masyarakat Turun

Dalam model Korea Selatan, kontribusi OTT dihitung berdasarkan volume trafik data yang dihasilkan. Sementara itu, India sedang mengembangkan mekanisme berbasis pembagian pendapatan antara platform digital dan operator telekomunikasi.

โ€œNah kalau boleh pola ini seperti Korea Selatan atau India, jadi clear. Misalnya dari pembagian revenue atau apa,โ€ ujarnya.

Kawendra menilai hingga saat ini Indonesia belum memiliki regulasi yang secara tegas mewajibkan kontribusi OTT terhadap pembangunan jaringan. Hal ini dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan dalam ekosistem digital nasional.

Selain isu OTT, ia juga menyoroti fenomena drama China vertikal atau โ€œdracinโ€ yang berkembang pesat di platform digital. Industri tersebut disebut mampu meraup keuntungan lebih dari Rp150 triliun sepanjang 2025.

โ€œFenomena dracin itu tahun 2025 meraup keuntungan Rp150 triliun lebih, Indonesia dapat apa?โ€ katanya.

Kawendra Tekankan Perlindungan Petani Lewat Kebijakan Impor

Menurutnya, besarnya potensi ekonomi dari konten digital global harus diimbangi dengan kebijakan yang memberikan manfaat bagi perekonomian domestik. Ia menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar konsumsi tanpa memperoleh nilai tambah.

Kawendra juga mengaitkan usulan tersebut dengan prinsip pengelolaan ekonomi nasional sebagaimana diatur dalam konstitusi. Ia menyebut pentingnya memastikan bahwa seluruh potensi ekonomi digital memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

โ€œKalau di eranya Pak Prabowo kita bicara Pasal 33 tentang landasan perekonomian nasional Indonesia, bagaimana semua potensi yang ada di Indonesia ini sebesar-besar manfaatnya untuk masyarakat,โ€ ujarnya.

Isu kontribusi OTT terhadap infrastruktur digital menjadi perhatian di berbagai negara seiring meningkatnya konsumsi data dan dominasi platform global. Tanpa regulasi yang seimbang, operator lokal dinilai berisiko menanggung beban investasi yang tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

Hingga laporan ini disusun, belum ada kebijakan resmi pemerintah Indonesia yang mewajibkan kontribusi langsung OTT terhadap pembangunan jaringan digital nasional.

Avtur Naik 30 Persen, Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Tak Dibebankan ke Jamaah

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Avtur Naik 30 Persen, Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Tak Dibebankan ke Jamaah

02

DPR Apresiasi Vonis Bebas Amsal, Kritik Kejari Karo

03

Lewat Jalur SNBP 2026, Institut Teknologi BJ Habibie Loloskan 409 Calon Mahasiswa Baru

04

Ketua IKATSI Unhas, Andi Subhan Mustari Hadiri Pelepasan Alumni Fakultas Teknik Unhas Periode April 2026

05

Bimantoro Kritik Profesionalitas Kejari Karo dalam Kasus Sitepu

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom

ร— Advertisement
ร— Advertisement