Manyala.co — Proyeksi kenaikan kunjungan pusat belanja saat Ramadan, peningkatan utang luar negeri, kepastian pencairan tunjangan hari raya (THR) aparatur negara, serta langkah hilirisasi logam tanah jarang mewarnai perkembangan ekonomi Indonesia pada Rabu (18/2/2026).
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan kunjungan ke mal selama Ramadan dan Idulfitri 2026 meningkat 10–15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menyatakan hampir seluruh kategori produk mengalami kenaikan permintaan selama Ramadan.
Menurut Alphonzus, menjelang Idulfitri pola belanja cenderung bergeser ke sektor makanan dan minuman serta hiburan. Ia juga memperkirakan fenomena “rojali” (rombongan jarang beli) dan “rohana” (rombongan hanya bertanya) akan menurun selama periode puncak belanja karena daya beli masyarakat lebih terfokus pada kebutuhan hari raya.
Di sisi fiskal, pemerintah memastikan THR 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan mulai disalurkan pada pekan pertama Ramadan. “(Disalurkan) minggu pertama puasa, sebentar lagi,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung DPR, Rabu.
Alokasi THR tahun ini mencapai Rp55 triliun, naik sekitar 10 persen dibandingkan 2025 yang sebesar Rp49 triliun. Pemerintah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026. Peningkatan anggaran tersebut menjadi bagian dari belanja negara awal tahun yang diharapkan menopang konsumsi domestik.
Dari sektor eksternal, Bank Indonesia melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV-2025 naik menjadi US$431,7 miliar, meningkat US$4,1 miliar dibandingkan posisi triwulan III-2025 sebesar US$427,6 miliar. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kenaikan terutama dipengaruhi ULN sektor publik.
“Perkembangan posisi ULN triwulan IV-2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” ujarnya dalam keterangan resmi. BI mencatat rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,9 persen, dengan 85,7 persen merupakan utang jangka panjang, yang dinilai mencerminkan struktur yang tetap sehat.
Sementara itu, BUMN baru Perminas mulai menindaklanjuti pengembangan logam tanah jarang (rare earth) dengan menggandeng New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) asal Uni Emirat Arab, yang beroperasi di Gabon melalui Dusk Gabon S.A. Perusahaan tersebut memegang hak pertambangan proyek Maboumine, sumber daya polimetalik yang mencakup niobium dan rare earth elements bernilai tinggi.
Perminas, yang mendapat mandat mengembangkan hilirisasi mineral strategis, akan mengevaluasi potensi inisiatif rantai nilai hilir logam tanah jarang di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mendorong industrialisasi berbasis sumber daya mineral untuk meningkatkan nilai tambah domestik.
Di pasar global, laporan kemajuan pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat turut memengaruhi sentimen. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kedua pihak mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” utama, meski kesepakatan final belum tercapai. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 1 persen menyusul kabar tersebut, mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor domestik dan global tersebut membentuk dinamika ekonomi Indonesia menjelang Ramadan, dengan konsumsi rumah tangga, stabilitas eksternal, dan kebijakan hilirisasi menjadi perhatian utama pelaku pasar.
































