Fenomena Pekerja Multi-Job: Strategi Bertahan di Pasar Kerja 2026

Pekerja
Fenomena Pekerja Multi-Job: Strategi Bertahan di Pasar Kerja 2026.

Manyala.co – Kondisi pasar tenaga kerja pada 2026 menunjukkan tanda stagnasi yang semakin dirasakan pekerja. Meski tingkat pengangguran utama secara statistik masih tergolong stabil, banyak pekerja menghadapi realitas kerja yang tidak penuh waktu, pendapatan tidak memadai, dan minim kepastian jangka panjang.

Data pasar tenaga kerja menunjukkan peluang kerja penuh waktu semakin terbatas. Tingkat perekrutan tercatat berada pada level terendah sejak April 2020. Jika periode pandemi dikecualikan, angka tersebut menjadi yang terendah sejak 2013, menandakan menyempitnya kesempatan kerja tetap bagi pencari kerja.

Akibat kondisi tersebut, semakin banyak pekerja terpaksa mengambil lebih dari satu pekerjaan. Pada bulan terakhir, sebanyak 8,8 juta orang tercatat bekerja di lebih dari satu pekerjaan, setara dengan 5,4 persen dari total tenaga kerja. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi.

Selain itu, sebanyak 5,3 juta orang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi, bukan atas pilihan pribadi. Mereka secara statistik dikategorikan sebagai “bekerja”, sehingga tingkat pengangguran utama tercatat sebesar 4,4 persen. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Situasi ini mendorong pekerja beralih ke pekerjaan lepas atau mengombinasikan beberapa sumber penghasilan. Freelance dan kerja paruh waktu bukan lagi sekadar pilihan fleksibilitas, melainkan strategi bertahan di tengah terbatasnya lapangan kerja penuh waktu yang layak.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Fenomena tersebut dialami oleh Ashlynn, lulusan perguruan tinggi yang tinggal di San Bernardino, California. Saat ini, ia bekerja sebagai tutor virtual dan staf di sebuah community college. Sebelumnya, ia bahkan menjalani tiga pekerjaan sekaligus untuk mencukupi kebutuhan hidup.

“Banyak dari kami harus menyusun beberapa pekerjaan agar rasanya hampir seperti satu pekerjaan penuh waktu,” ujar Ashlynn, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (19/1/2026). Ia menambahkan, “Banyak dari kami sebenarnya mau bekerja penuh waktu, saya mau bekerja penuh waktu di satu pekerjaan, hanya saja itu bukan kenyataannya.”

Ia juga menggambarkan tekanan kerja lepas dengan jam tidak menentu dan persaingan yang ketat. Dalam salah satu pekerjaannya di bidang penerbitan dengan upah US$16 per jam, para pekerja harus bersaing cepat untuk mendapatkan tugas. “Kami semua seperti menunggu dengan tegang pesan itu masuk dan langsung berpikir, ‘Oh! Aku bisa ambil ini!’” katanya.

Lonnie Golden, ekonom tenaga kerja dari Penn State Abington, menyatakan bahwa jumlah pekerja dengan lebih dari satu pekerjaan kemungkinan lebih besar dari perkiraan resmi. “Jauh lebih banyak orang yang bekerja di banyak pekerjaan dibandingkan perkiraan BLS,” ujarnya.

Sentimen pekerja terhadap pasar kerja juga melemah. Data Federal Reserve New York menunjukkan optimisme pekerja untuk segera mendapatkan pekerjaan baru jika kehilangan pekerjaan saat ini berada pada titik terendah sejak setidaknya 2013.

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menyebut pasar tenaga kerja menunjukkan tanda kerapuhan. “Proporsi mereka yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi telah meningkat tajam dalam dua bulan terakhir,” katanya. “Ini bertepatan dengan meningkatnya jumlah pemegang lebih dari satu pekerjaan.”

Kondisi tersebut mencerminkan tekanan struktural di pasar tenaga kerja, di mana pekerjaan tetap semakin sulit diakses. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kapan tren pelemahan perekrutan akan berbalik, sementara pekerja terus menyesuaikan strategi bertahan hidup mereka.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement