Fenomena Serakahnomics dan Ancaman Ketimpangan Sosial Ekonomi di Indonesia

Fenomena Serakahnomics dan Ancaman Ketimpangan Sosial Ekonomi di Indonesia - Ekonomi - Gambar 486
Presiden Prabowo Subianto mengenai praktik ekonomi yang ia sebut sebagai serakahnomics.

Manyala.co – Kekhawatiran terhadap memburuknya kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali mengemuka, menyusul pernyataan tegas dari Presiden Prabowo Subianto mengenai praktik ekonomi yang ia sebut sebagai serakahnomics. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pola perilaku sejumlah pengusaha yang dinilai terlalu bernafsu dalam meraup keuntungan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat maupun aturan yang berlaku.

Dalam praktiknya, serakahnomics seringkali berwujud pada tindakan yang menabrak regulasi serta mengeksploitasi kondisi masyarakat yang tengah kesulitan demi keuntungan pribadi. Menurut Prabowo, tren seperti ini bukan hanya menyimpang dari nilai-nilai keadilan sosial, tetapi juga berpotensi menciptakan ketimpangan struktural yang semakin parah.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, turut menyoroti fenomena ini. Dalam wawancaranya pada Senin (28/7/2025), ia menyatakan bahwa meskipun ekonomi Indonesia dapat tumbuh di angka 5 persen atau lebih, pertumbuhan tersebut tidak berkualitas jika hanya dinikmati oleh segelintir kalangan.

“Pertumbuhan ekonomi kita bisa jadi tinggi, tetapi berkahnya hanya menyasar elit. Ketimpangan yang tercipta sangat nyata,” ujar Bhima.

Kondisi ekstrem ketimpangan itu pun mulai tampak secara kasat mata. Berdasarkan riset Celios pada 2024, kekayaan gabungan dari 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan total kekayaan 50 juta warga biasa. Temuan ini menjadi alarm keras bahwa jurang antara si kaya dan si miskin sudah memasuki fase yang mengkhawatirkan.

Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Kantor Badan Islam

Jika tidak segera diintervensi secara serius, Bhima menilai bahwa ketimpangan ini bukan hanya akan merusak stabilitas ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu gejolak sosial. Ia menyebutkan bahwa generasi muda yang mengalami pengangguran dan keterbatasan ekonomi sangat mungkin menjadi pihak paling rentan dan frustrasi terhadap kondisi tersebut.

“Kita harus waspada, karena ketimpangan yang dibiarkan dapat memicu pemberontakan sosial. Mereka yang miskin dan tidak punya akses untuk mengubah nasibnya, bisa kehilangan harapan terhadap negara,” tambahnya.

Langkah konkret pun diperlukan. Dalam konteks ini, Bhima mengusulkan beberapa kebijakan yang bisa diterapkan pemerintah untuk membendung laju keserakahan elite bisnis. Salah satunya adalah pengenalan wealth tax atau pajak kekayaan, yakni pajak yang dikenakan terhadap total harta bersih individu, bukan sekadar dari penghasilannya.

Bhima mengusulkan agar pemerintah menerapkan pajak sebesar 2 persen terhadap aset netto milik kalangan superkaya. Menurut perhitungannya, kebijakan ini bisa menghasilkan potensi penerimaan hingga Rp81,6 triliun yang dapat digunakan untuk menekan kesenjangan sosial.

Di samping itu, Bhima juga menyarankan agar negara menerapkan pajak windfall profit, yaitu pajak khusus yang dikenakan terhadap keuntungan berlebih dari sektor-sektor ekstraktif seperti pertambangan batu bara. Sebab, banyak dari konglomerat kaya yang menguasai bisnis di sektor ini dan memperoleh margin keuntungan yang besar dari eksploitasi sumber daya alam.

Gerindra di Usia 18 Tahun Tegaskan Perjuangan Belum Usai

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai bahwa salah satu akar dari maraknya praktik serakah adalah lemahnya penegakan hukum oleh pemerintah. Menurutnya, jika negara memiliki political will yang kuat, seharusnya regulasi bisa ditegakkan dengan tegas tanpa pandang bulu.

“Negara punya kuasa untuk menghentikan keserakahan dengan membuat dan menegakkan aturan secara konsisten. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan politik yang serius,” ungkap Esther.

Penegakan hukum yang adil dan bebas intervensi adalah hal mendasar, lanjut Esther, agar tidak ada lagi celah bagi elite ekonomi menyalahgunakan kekuasaan atau berkolusi dengan birokrasi. Hal ini juga mencakup pemberantasan terhadap mafia perizinan dan praktik korupsi di berbagai lini pengambilan kebijakan.

Kehadiran regulasi yang tajam dan adil tidak hanya menjaga persaingan bisnis tetap sehat, tetapi juga menjadi penyeimbang agar ekonomi tumbuh tidak hanya dari sisi angka, melainkan juga dalam kualitas pemerataan hasil pembangunan.

Situasi ini secara tidak langsung menggambarkan betapa mendesaknya reformasi ekonomi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan angka PDB, tetapi juga menjamin distribusi keadilan sosial dan ekonomi secara menyeluruh. Bila keserakahan terus merajalela, tak menutup kemungkinan bahwa stabilitas sosial akan terguncang dan membawa konsekuensi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar masalah ekonomi.

Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,35 Juta Orang

Peringatan Prabowo mengenai serakahnomics pada akhirnya harus dibaca sebagai sinyal bahwa negara tidak boleh sekadar bertindak sebagai penonton di tengah dominasi elite. Pemerintah perlu hadir sebagai pengatur yang adil dan berpihak pada masyarakat luas, terutama mereka yang selama ini tertinggal dari arus pembangunan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom