Gas Bumi dalam Transisi Energi: Penyelamat Sementara atau Ancaman Baru bagi Iklim?

Gas Bumi dalam Transisi Energi: Penyelamat Sementara atau Ancaman Baru bagi Iklim? - Gas - Gambar 288
Mengenal Berbagai Jenis Gas Bumi (Dok. balinesia.id)

Manyala.co – Pemerintah terus mendorong narasi bahwa cadangan gas bumi di Indonesia dapat berperan sebagai jembatan dalam proses peralihan dari energi fosil, seperti batubara dan minyak, menuju penggunaan energi terbarukan. Langkah ini disebut sebagai strategi transisi energi yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang lebih kotor, sembari menunggu kesiapan penuh infrastruktur energi hijau.

Namun, sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai bahwa gas bumi bukanlah solusi bebas risiko. Dalam diskusi media yang diadakan Yayasan Indonesia Cerah pada Jumat (8/8/2025) di Jakarta, Greenpeace Indonesia mengingatkan bahwa penggunaan gas bumi memiliki dampak signifikan terhadap krisis iklim dan bahkan berpotensi menimbulkan beban fiskal di masa depan.

Climate and Energy Campaigner Greenpeace Indonesia, Adila Isfandiari, menjelaskan bahwa gas alam atau natural gas memiliki potensi penangkapan panas yang jauh lebih tinggi dibandingkan batubara. Komponen utama gas alam adalah metana, yang mencakup sekitar 95 persen dari kandungan gas tersebut. Menurutnya, anggapan bahwa gas bumi lebih ramah lingkungan dibanding batubara tidak sepenuhnya benar.

“Metana 80 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida dalam hal menahan panas di atmosfer, dan ini jelas menjadi ancaman besar bagi iklim. Gas metana menyumbang hampir sepertiga atau sekitar 30 persen penyebab pemanasan global, berada di posisi kedua setelah karbon dioksida,” ungkap Adila. Ia menambahkan bahwa metana bisa diibaratkan sebagai ‘bom waktu’ yang sewaktu-waktu dapat memperburuk situasi krisis iklim jika tidak dikendalikan.

Pernyataan ini menyoroti dilema yang dihadapi Indonesia dan banyak negara lainnya: di satu sisi, gas bumi dianggap sebagai energi transisi yang lebih bersih daripada batubara; di sisi lain, dampak emisi metana yang dihasilkannya tidak bisa diabaikan. Jika transisi energi tidak dirancang dengan matang, potensi manfaat penggunaan gas bumi bisa tertutupi oleh risiko lingkungan yang ditimbulkannya.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Para pemerhati lingkungan mendorong agar pemerintah tidak terjebak pada solusi jangka pendek yang justru memperpanjang ketergantungan pada energi fosil. Transisi yang mulus, menurut mereka, seharusnya langsung mengarah pada pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi bersih, sembari memastikan kebijakan yang dibuat tidak menciptakan masalah baru bagi generasi mendatang.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement