Harga Bitcoin Anjlok Usai Kebijakan Tarif Baru Trump terhadap China

Bitcoin
Harga Bitcoin Anjlok Usai Kebijakan Tarif Baru Trump terhadap China.

Manyala.co Harga bitcoin merosot tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif terhadap produk China, memicu aksi jual besar-besaran di pasar kripto global. Kapitalisasi pasar digital menyusut hingga 13 persen.

Harga bitcoin sempat turun hingga menyentuh level US$ 105.000 per koin dalam waktu kurang dari satu jam, sebelum pulih ke kisaran US$ 111.000, menurut data platform analitik CoinGlass. Koreksi tajam tersebut terjadi sesaat setelah Trump mengumumkan kebijakan dagang yang memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan ekonomi global antara Washington dan Beijing.

Dalam periode yang sama, lebih dari US$ 8 miliar posisi long di pasar kripto terlikuidasi, termasuk bitcoin senilai US$ 1,83 miliar dan ethereum US$ 1,68 miliar. Akibatnya, kapitalisasi pasar kripto global menyusut sekitar 13 persen menjadi US$ 3,78 triliun, menandai salah satu koreksi terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut analis, penurunan tersebut memperlihatkan bahwa bitcoin yang sering dijuluki sebagai “emas digital” masih rentan terhadap perubahan sentimen risiko global dan ketegangan geopolitik. “Bitcoin sering disebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan moneter, tetapi dalam kondisi ekstrem, ia bergerak layaknya aset berisiko tinggi,” ujar Antony Kusuma, Wakil Presiden Indodax, dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).

Antony menilai, aksi jual besar-besaran itu bukan akibat pelemahan fundamental bitcoin, melainkan reaksi pasar terhadap meningkatnya risiko makro dan perdagangan global. “Pasar global yang terguncang, likuiditas tipis, dan aksi jual berantai pada posisi leverage memicu penurunan cepat yang kemudian diikuti aksi beli algoritmik,” tambahnya.

Bukan China atau Rusia, Negara Ini Rajai Emas Dunia 2026

Ia menjelaskan, gejolak harga tersebut seharusnya menjadi momentum bagi investor untuk memperhatikan faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi aset digital. “Koreksi ini bukan pertanda melemahnya fundamental bitcoin, tetapi respons terhadap eskalasi ketegangan dagang. Investor jangka panjang justru bisa memanfaatkan momen volatilitas ini untuk membangun posisi strategis,” katanya.

Antony memperkirakan pergerakan bitcoin dalam jangka menengah masih positif, dengan potensi penguatan apabila hubungan dagang AS–China mulai mencair. “Jika ketegangan mereda atau pembicaraan baru muncul, Bitcoin bisa berkonsolidasi di kisaran US$ 112.000 hingga US$ 118.000. Namun, jika isu perdagangan terus mendominasi, harga berpotensi bergerak di antara US$ 105.000–120.000. Penurunan di bawah US$ 105.000 justru bisa menjadi peluang beli bagi investor jangka panjang,” paparnya.

Selain itu, volatilitas ekstrem di pasar kripto disebut sebagai pengingat bagi investor agar memperkuat strategi manajemen risiko. “Pasar yang sehat tidak hanya naik, tetapi juga mampu bertahan dalam gejolak. Mereka yang memahami mekanisme likuidasi, level support psikologis, dan perilaku pasar global akan menemukan peluang tersembunyi di tengah kepanikan,” ujar Antony.

Meski penurunan harga terjadi cepat, sebagian analis global menilai koreksi semacam ini adalah bagian alami dari siklus pasar kripto. Hingga Minggu malam, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih mengenai dampak langsung kebijakan tarif baru terhadap aset digital. Namun, pelaku pasar memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom