Manyala.co – Pasar perfilman Jepang kembali menunjukkan preferensinya terhadap karya-karya animasi lokal. Kali ini, giliran film anime “Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Infinity Castle Arc Chapter 1: Akaza Returns” yang berhasil menyita perhatian publik. Sejak tayang perdana pada Jumat, 18 Juli 2025, film ini langsung mencetak sejarah dengan memuncaki tangga box office Jepang dan menyingkirkan film superhero garapan Hollywood, “Superman” besutan James Gunn.
Dalam perbandingan yang cukup mencolok, film Superman yang sebelumnya diproyeksikan akan menjadi raksasa global justru tampil loyo di Jepang. Meski berhasil mengumpulkan pendapatan domestik di Amerika Serikat sebesar 260 juta dolar AS (sekitar Rp 4,2 triliun), performa Superman di pasar internasional, termasuk Jepang, justru jauh dari ekspektasi. Di Negeri Sakura, film tersebut hanya mampu mengantongi pendapatan pembukaan sekitar 2,5 juta dolar AS, atau setara Rp 40 miliar. Sebagian besar bioskop di Jepang bahkan tidak menjadikan film ini sebagai pemutaran utama.
Berbanding terbalik dengan itu, Demon Slayer: Infinity Castle mencatatkan prestasi luar biasa. Pada hari pertama penayangan saja, film produksi studio animasi Ufotable itu berhasil mengumpulkan lebih dari 12 juta dolar AS, atau sekitar Rp 195 miliar. Capaian ini menjadikannya sebagai film dengan pembukaan terbaik tahun ini di Jepang, memecahkan rekor box office harian yang sebelumnya dipegang oleh berbagai film blockbuster lokal dan internasional.
Kehebohan publik terhadap film ini bahkan sempat menyebabkan server situs pemesanan tiket bioskop tumbang, akibat lonjakan pengunjung yang begitu tinggi. Penjualan tiket menunjukkan antusiasme luar biasa hampir semua pertunjukan di berbagai kota ludes terjual hanya dalam hitungan jam. Tidak hanya memenuhi layar reguler, film ini juga mendominasi layar IMAX dan 4DX. Sementara film Superman hanya mampu menjual habis satu pertunjukan IMAX.
Film ini merupakan bagian dari adaptasi lanjutan anime Kimetsu no Yaiba, yang mengangkat kisah dari arc “Infinity Castle” dalam manga karya Koyoharu Gotouge. Di bawah arahan sutradara Haruo Sotozaki, Infinity Castle menjadi kelanjutan langsung dari musim keempat serial animenya, dan menjadi film keempat dalam jajaran layar lebar Demon Slayer, setelah Mugen Train, To the Swordsmith Village, dan To the Hashira Training.
Arc Infinity Castle sendiri merupakan salah satu bagian paling dinantikan oleh penggemar, karena mempertemukan para pilar (Hashira) dengan musuh-musuh utama, termasuk pertarungan sengit melawan Akaza yang menjadi pusat cerita dalam film pertama dari trilogi ini. Produksi animasi berkualitas tinggi, cerita emosional penuh aksi, serta ikatan emosional kuat dengan para penggemar manga dan anime, menjadi beberapa alasan film ini mampu menarik jutaan penonton hanya dalam waktu singkat.
Kesuksesan Infinity Castle di Jepang menegaskan dominasi anime dalam industri hiburan lokal. Ini juga memperlihatkan bagaimana karya-karya lokal dengan narasi kuat dan nilai produksi tinggi bisa mengalahkan film-film besar produksi barat, bahkan yang mengusung karakter legendaris sekalipun seperti Superman.
Melihat tren penjualan tiket dan antusiasme publik, para pengamat memperkirakan Demon Slayer: Infinity Castle akan terus bertahan di posisi puncak box office Jepang selama beberapa pekan ke depan, bahkan bisa menembus angka rekor yang sebelumnya dipegang Mugen Train pada 2020 silam.
Film ini juga telah dijadwalkan tayang di Indonesia pada Agustus 2025 mendatang, dan diprediksi akan memperoleh sambutan serupa, mengingat tingginya basis penggemar Demon Slayer di kawasan Asia Tenggara.
Dengan pencapaian ini, Demon Slayer: Infinity Castle tidak hanya menjadi bukti keperkasaan anime Jepang, tapi juga memperlihatkan bahwa industri lokal bisa bersaing secara global ketika kualitas dan kedekatan emosional dengan penonton benar-benar diperhatikan.
































