Mendagri Tito Dorong Pemda Dukung Sekolah Rakyat demi Pendidikan Inklusif

Mendagri Tito Dorong Pemda Dukung Sekolah Rakyat demi Pendidikan Inklusif - Kemendagri - Gambar 1929
Mendagri Muhammad Tito Karnavian (kiri) bersama Mensos Saifullah Yusuf (kanan) dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Rakor terkait Sekolah Rakyat. Rakor tersebut berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (21/4/2025). (dok. ANTARA/HO-Puspen Kementerian Dalam Negeri)

Manyala.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengimbau pemerintah daerah untuk serius memberikan perhatian terhadap pendirian Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan inklusif bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut Tito, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kementerian/lembaga terkait untuk mendukung penuh terbentuknya Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat ini konsepnya seperti sekolah berasrama (boarding school), di mana seluruh kebutuhan siswa termasuk makan ditanggung negara. Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, disediakan juga fasilitas olahraga,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Berbeda dengan Sekolah Unggulan Garuda yang fokus menjaring siswa berprestasi untuk didorong masuk ke universitas top dunia, Sekolah Rakyat ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Tujuannya bukan hanya soal keadilan sosial, tapi juga untuk mengangkat derajat mereka. Jadi jangan sampai kondisi kemiskinan jadi warisan turun-temurun. Sekolah ini menjadi peluang untuk mengubah nasib anak-anak dari latar belakang tersebut,” tambahnya.

LCC Empat Pilar Kalbar Jadi Sorotan, Kawendra Dukung Langkah MPR dan Apresiasi SMAN 1 Pontianak

Tito pun meminta agar kepala daerah segera menggelar rapat khusus guna menindaklanjuti program Sekolah Rakyat. Sekda dan kepala dinas pendidikan diminta bergerak cepat, termasuk memahami kriteria dan pola pikir pemerintah pusat terkait penentuan lokasi.

Ia menekankan pentingnya legalitas lahan dalam pengajuan. Menurutnya, jika sebuah daerah sudah memiliki gedung yang siap direnovasi, maka pengajuan akan diprioritaskan. Sebaliknya, jika masih berupa lahan kosong dengan status kepemilikan tidak jelas, maka besar kemungkinan pengajuannya akan ditolak.

Presiden Prabowo juga telah menunjuk Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, sebagai koordinator utama pelaksanaan program Sekolah Rakyat ini. Gus Ipul menjelaskan bahwa dasar hukum pelaksanaan program tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Pendidikan adalah alat rekayasa sosial yang paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Maka Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kebijakan afirmatif pemerintah dalam menciptakan perubahan,” ungkap Gus Ipul.

Ia menyebut program ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, dan merupakan bagian dari komitmen Presiden untuk memuliakan rakyat kecil serta menciptakan generasi unggul dari semua lapisan masyarakat.

Konsultasi ke Kemendagri Berbuah Restu, Seleksi Direksi PDAM Makassar Lanjut Tanpa Ulang Proses

Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan penuh dari Mendagri dalam menyukseskan perencanaan program ini.

Hingga kini, tercatat ada 356 usulan pembangunan Sekolah Rakyat dari berbagai daerah, dan ditargetkan sebanyak 200 titik akan direalisasikan pada tahun 2025.

Namun, ia mengakui masih banyak tantangan yang harus diselesaikan, khususnya menyangkut penyediaan lahan dan kelengkapan regulasi baik di pusat maupun daerah.

“Kami harapkan setiap lokasi Sekolah Rakyat minimal berdiri di atas lahan seluas 6,38 hektare. Idealnya bahkan bisa lebih dari 7 hektare,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan tiga pesan penting untuk pemerintah daerah, yaitu: segera siapkan lahan dan urus legalitasnya, siapkan tenaga pendidik dan kepala sekolah, serta lakukan sosialisasi masif kepada masyarakat melalui camat, kepala desa, dan lurah agar program ini tepat sasaran.

Yusuf Ritangnga Dorong Ekowisata Benteng Alla Lewat Festival Hari Bumi

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

04

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement