Makassar, Manyala.co – Ujian berat menanti PSM Makassar pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Juku Eja berupaya bangkit dan kembali ke jalur kemenangan setelah melewati empat pertandingan tanpa hasil maksimal.
Para pemain diharapkan mampu menghidupkan nilai siri na pacce, falsafah Bugis-Makassar yang menekankan harga diri, kerja keras, dan pantang menyerah dalam situasi sulit. Nilai tersebut selama ini bukan sekadar slogan, melainkan menjadi identitas dan roh permainan PSM Makassar.
Pertandingan melawan Bali United dipandang sebagai momentum tepat untuk pelampiasan sekaligus pembuktian mental. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026) pukul 20.00 Wita.
Dalam lima tahun terakhir, PSM Makassar dan Bali United sudah bertemu sebanyak 10 kali. Catatan pertemuan masih memperlihatkan dominasi Bali United, di mana Pasukan Ramang hanya mampu meraih dua kemenangan. Salah satu kemenangan tersebut terjadi pada putaran pertama Liga 1 2022/2023 saat PSM menang 2-0 di Stadion BJ Habibie.
Sebaliknya, Bali United tercatat tiga kali menaklukkan PSM, termasuk kemenangan tipis 1-0 di Parepare pada musim lalu. Sementara lima laga lainnya berakhir imbang. Kondisi ini membuat PSM wajib memaksimalkan keuntungan bermain di kandang untuk menghentikan tren dominasi Serdadu Tridatu.
Kemenangan tidak hanya penting untuk menjaga gengsi, tetapi juga berdampak pada posisi klasemen. Saat ini, PSM Makassar berada di peringkat ke-10 dengan koleksi 19 poin. Tambahan tiga poin di kandang akan membantu memperbaiki posisi mereka pada akhir putaran pertama.
Namun, Bali United datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Johnny Jansen belum terkalahkan dalam lima laga terakhir dan kini menempati urutan kedelapan klasemen dengan 24 poin.
Legenda PSM Makassar, Yosef Wijaya, menegaskan pentingnya penerapan siri na pacce di atas lapangan. Menurutnya, nilai tersebut harus tercermin dalam disiplin bertahan, menyerang, menjaga area, hingga etos kerja tanpa kompromi.
Ia menilai laga kandang melawan Bali United merupakan peluang besar untuk meraih kemenangan, terlebih performa lawan dinilainya tidak sekuat tim papan atas seperti Borneo FC, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.
Yosef juga menyoroti menurunnya animo suporter belakangan ini. Ia percaya kemenangan di Stadion BJ Habibie dapat kembali menarik minat pendukung untuk memenuhi tribun dan memberikan dukungan langsung kepada tim.
Harapan serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Red Gank, Muhammad Al Fajri, yang meminta PSM Makassar menutup putaran pertama dengan hasil positif. Ia menekankan pentingnya fokus penuh dan kerja maksimal sepanjang pertandingan demi mengamankan tiga poin di kandang.






























