Manyala.co – Kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa seorang Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank milik negara berinisial MIP (37) masih menjadi sorotan publik. Peristiwa ini bermula ketika MIP hilang usai menghadiri rapat kantor, lalu diculik di sebuah supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di sebuah persawahan di Bekasi.
Kronologi penculikan
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), MIP yang mengenakan batik cokelat lengan pendek dengan celana panjang krem terlihat berjalan menuju kendaraannya di area parkir. Saat itu hujan rintik-rintik turun, dan ia sempat menutupi kepala dengan tangan kirinya.
Ketika hendak masuk ke mobil hitam miliknya, tiba-tiba sebuah mobil putih yang terparkir di sebelahnya menjadi tempat keluarnya beberapa pria tak dikenal. Mereka langsung menyergap MIP. Sang korban sempat melawan, tetapi kalah jumlah, hingga akhirnya dipaksa masuk ke dalam mobil pelaku yang kemudian melarikan diri dari lokasi.
Seorang saksi mata yang melihat insiden tersebut mengaku tidak bisa berbuat banyak karena pelaku langsung tancap gas. Pihak kepolisian menyebut, sebelum penculikan, MIP baru saja mengikuti rapat dengan rekan-rekan kantornya.
Diduga sudah dibuntuti
Keterangan keluarga korban memperkuat dugaan bahwa penculik sudah mengincar MIP sebelumnya. Intania Rizky Utami, adik ipar korban, mengatakan MIP diculik usai pertemuan dengan pimpinannya. Menurutnya, posisi mobil para pelaku persis berada di samping mobil MIP, seolah memang telah disiapkan untuk penyergapan.
“Kami curiga almarhum sudah dibuntuti sejak keluar rapat. Kebetulan mobil para pelaku parkir tepat di sebelah mobilnya,” ujar Intania di RS Polri Kramat Jati.
Ia menambahkan, MIP tidak sendirian ke lokasi rapat, melainkan bersama atasannya, hanya saja menggunakan kendaraan berbeda. Keluarga baru yakin MIP benar-benar diculik setelah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut.
Penemuan jasad di sawah
Keesokan harinya, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB, warga Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria di area persawahan.
Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kedua tangan dan kakinya terikat, matanya dililit lakban, dan tubuhnya penuh luka lebam. Seorang warga yang sedang menggembala sapi pertama kali melihat jasad tersebut, lalu melapor ke polisi.
“Kondisi korban saat ditemukan terikat di kaki dan tangan, serta bagian mata dilakban,” jelas Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul.
Polisi bergerak cepat
Tim kepolisian langsung melakukan penyelidikan mendalam. Hasilnya, empat orang terduga pelaku berinisial AT, RS, RAH, dan RW berhasil ditangkap di lokasi berbeda. Tiga orang diamankan di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, sementara satu pelaku lain ditangkap di sebuah bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat hendak melarikan diri.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, membenarkan penangkapan tersebut. “Keempatnya merupakan pelaku penculikan. Saat ini penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga ikut serta,” katanya.
Misteri dalang utama
Meski empat orang sudah diamankan, kasus ini masih menyisakan tanda tanya besar. Polisi menduga ada otak atau dalang utama yang mengatur penculikan tersebut. Motif di balik tindakan kejam ini juga masih menjadi misteri. Apakah berkaitan dengan pekerjaan korban sebagai pimpinan cabang bank, atau ada masalah pribadi yang menyeretnya, belum ada jawaban pasti.
Kematian MIP meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sang istri yang awalnya hanya menerima kabar bahwa suaminya hilang, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa MIP menjadi korban pembunuhan. Publik pun menanti langkah lanjutan polisi dalam membongkar tabir kasus yang penuh teka-teki ini.
































