Makassar, Manyala.co – Polres Maros menyiagakan 318 personel gabungan di sejumlah pos pengamanan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan perhatian khusus pada jalur Poros Maros–Bone yang rawan kepadatan dan gangguan cuaca.
Pengamanan tersebut dilaksanakan melalui Operasi Lilin 2025 yang resMenjelang Operasi Kepolisian Lilin 2025 Polda Sulsel Bersama Sektoral Lainnya Rapat Koordinasi Di Hotel Harper Kota Makassar, Rabu (17/12/2025)mi digelar Polres Maros sebagai bagian dari operasi kepolisian berskala nasional. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan fokus pada pelayanan masyarakat dan pengamanan kegiatan Nataru.
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya mengatakan pengamanan difokuskan pada titik-titik keramaian, tempat ibadah, serta jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah antar-kabupaten. “Fokus utama tahun ini adalah menciptakan situasi kondusif di titik-titik keramaian dan tempat ibadah,” kata Douglas Mahendrajaya, Jumat (19/12/2025).
Sebanyak 318 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Personel berasal dari Polres Maros, unsur TNI Kodim 1422 Maros, pemerintah Kabupaten Maros, PT Angkasa Pura, serta organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan selama masa libur panjang.
Polres Maros menyiagakan sejumlah posko pengamanan strategis di wilayah rawan aktivitas masyarakat. Pos-pos tersebut meliputi Pos Pelayanan Bandara Sultan Hasanuddin untuk memantau lonjakan penumpang transportasi udara, Pos Pengamanan Grand Mall Mandai, Posko Terpadu Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) Maros, Pos Pengamanan Cenrana Camba, serta Pos Pengamanan Tambua di Kecamatan Lau.
“Lima posko pengamanan strategis disiagakan,” kata Douglas Mahendrajaya. Posko-posko tersebut difungsikan sebagai pusat pengamanan, pelayanan, serta bantuan darurat bagi masyarakat dan pengguna jalan.
Selain pengamanan kegiatan masyarakat, perhatian khusus diberikan pada kelancaran arus lalu lintas di jalur Poros Maros–Bone. Kawasan Hutan Karaenta Kappang menjadi salah satu titik yang dipantau intensif karena berpotensi mengalami kemacetan akibat penyempitan jalan dan faktor cuaca.
Petugas disiagakan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, termasuk risiko tanah longsor saat musim hujan. Langkah ini diambil untuk meminimalkan hambatan perjalanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun wisata selama libur Nataru.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan ini,” kata Douglas Mahendrajaya. Ia menambahkan, “Personel tidak hanya berjaga, tetapi juga siap membantu pemudik atau wisatawan yang mengalami kendala di perjalanan.”
Polres Maros juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tertib berlalu lintas selama masa libur. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
Bagi warga yang meninggalkan rumah untuk berlibur, kepolisian mengingatkan agar memastikan rumah dalam kondisi aman dan terkunci. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat selama libur Nataru dapat menghubungi layanan 110 Polres Maros atau mendatangi posko pengamanan terdekat.
Hingga Jumat pagi, belum ada keterangan tambahan terkait evaluasi situasi keamanan maupun potensi peningkatan volume kendaraan di wilayah Maros selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025.
































