Prajogo Pangestu Lepas Saham CDIA Jelang Suspensi, Sementara Tambah Kepemilikan di BREN

Prajogo Pangestu Lepas Saham CDIA Jelang Suspensi, Sementara Tambah Kepemilikan di BREN - CDIA - Gambar 545
Prajogo Pangestu Lepas Saham CDIA Jelang Suspensi.

Manyala.co – Langkah strategis kembali diambil konglomerat ternama Indonesia, Prajogo Pangestu, di tengah dinamika pasar modal tanah air. Ia tercatat melepas jutaan lembar saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sesaat sebelum saham tersebut mengalami suspensi sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), diketahui bahwa pada tanggal 21 Juli 2025, sebanyak 29.546.400 lembar saham CDIA berpindah tangan dari kepemilikan Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan yang berada di bawah kendali Prajogo. Aksi pelepasan saham ini dilakukan satu hari setelah laporan kepemilikan menunjukkan bahwa TPIA masih menggenggam 11.264.189.500 saham CDIA atau sekitar 9,02% dari total saham yang beredar per 20 Juli 2025.

Namun, data per 21 Juli mencatat bahwa jumlah kepemilikan saham TPIA di CDIA menyusut menjadi 11.234.643.100 lembar atau tepatnya 9%, menunjukkan adanya pengurangan sebesar 29,5 juta saham.

Jika dikalkulasikan dengan harga penutupan CDIA pada 21 Juli yang mencapai level batas atas Auto Reject Atas (ARA) sebesar Rp1.215 per saham, nilai transaksi penjualan tersebut diperkirakan mencapai Rp35,89 miliar. Lonjakan harga ini menandai performa impresif CDIA di pasar, dengan kenaikan harian maksimal 25%.

Menariknya, satu hari pasca aksi jual tersebut, saham CDIA kembali melanjutkan reli positifnya dengan mencatat kenaikan ARA kedua secara berturut-turut. Pada penutupan perdagangan 22 Juli, saham CDIA melesat ke level Rp1.515, menegaskan tingginya minat investor meski terjadi pengurangan kepemilikan oleh entitas utama.

Bukan China atau Rusia, Negara Ini Rajai Emas Dunia 2026

Sebagai informasi tambahan, saat proses penawaran umum perdana saham (IPO) CDIA beberapa waktu lalu, TPIA diketahui memegang 74.897.620.800 saham atau setara dengan 66,67% dari total modal yang disetor. Namun, setelah proses IPO rampung dan saham CDIA resmi tercatat di BEI, porsi kepemilikan TPIA terdilusi menjadi 60%.

TPIA sendiri merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu secara langsung maupun melalui entitas lain seperti Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Marigold Resources Pte Ltd. Secara keseluruhan, porsi kendali Prajogo atas TPIA mencapai 43,58%, menjadikannya sebagai pemegang kekuasaan penuh atas arah strategis korporasi tersebut.

Sementara itu, dalam manuver korporasi yang seolah saling melengkapi, pada hari yang sama yakni 21 Juli 2025 Prajogo juga melakukan aksi akumulasi saham di perusahaan energi terbarukan miliknya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Ia membeli sebanyak 3 juta lembar saham BREN di tengah volatilitas tinggi yang menyelimuti saham tersebut.

Transaksi ini dilakukan dengan harga akuisisi sebesar Rp7.944 per lembar saham, sehingga nilai investasi pribadi yang dikeluarkan oleh Prajogo mencapai kisaran Rp23,83 miliar. Direktur BREN, Merly, dalam keterangannya menyatakan bahwa aksi pembelian saham oleh sang pemilik dilakukan untuk kepentingan investasi personal dan dicatat sebagai kepemilikan langsung.

Aksi jual dan beli saham oleh Prajogo ini menunjukkan fleksibilitas dan strategi diversifikasi kepemilikan yang dijalankan oleh sang taipan, di tengah kondisi pasar yang cenderung fluktuatif namun tetap menjanjikan peluang bagi investor yang jeli.

Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan

Langkah tersebut juga menandai respons cepat Prajogo terhadap dinamika harga dan sentimen pasar yang bisa berubah dengan cepat. Di satu sisi ia melakukan realisasi keuntungan dari saham CDIA yang melonjak, sementara di sisi lain menambah posisi di sektor energi terbarukan yang diyakini memiliki prospek jangka panjang.

Manuver ini tidak hanya memperlihatkan strategi portofolio Prajogo yang dinamis, tetapi juga mencerminkan kecermatannya dalam membaca momentum pasar dan memaksimalkan nilai aset di dua sektor berbeda: petrokimia dan energi hijau.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom