Makassar, Manyala.co – PSM Makassar dituntut memperkuat organisasi pertahanan saat bertandang ke markas Borneo FC pada pekan ke-16 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (3/1/2026), guna meredam trio penyerang utama tuan rumah.
Laga ini mempertemukan dua tim dengan kepentingan berbeda. PSM Makassar berupaya bangkit setelah hasil kurang konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir, sementara Borneo FC berambisi menjaga posisi papan atas klasemen. PSM kini berada di peringkat sembilan dengan 19 poin, sedangkan Borneo FC menempati posisi kedua dengan 34 poin.
Borneo FC mengandalkan produktivitas lini depan yang ditopang tiga pemain asing asal Amerika Latin. Mariano Peralta, Joel Vinicius, dan Douglas Coutinho menjadi sumber utama ancaman serangan Pesut Etam. Dari total 29 gol yang dicetak Borneo FC musim ini, 19 gol berasal dari ketiga pemain tersebut.
Peralta menjadi pencetak gol terbanyak Borneo FC dengan sembilan gol. Pemain asal Argentina itu dikenal dengan kemampuan dribel cepat dari sisi sayap, kerap melakukan cut inside sebelum melepaskan tembakan, serta efektif memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Vinicius menyusul dengan lima gol, didukung kemampuan membaca ruang dan keunggulan fisik dalam duel. Coutinho telah mencetak empat gol dan memiliki fleksibilitas bermain di beberapa posisi lini depan.
Kekuatan tersebut menjadi ujian serius bagi pertahanan PSM Makassar yang relatif solid sepanjang musim. Tim berjuluk Juku Eja baru kebobolan 15 gol dari 15 pertandingan, atau rata-rata satu gol per laga. Catatan itu menempatkan PSM sebagai salah satu dari enam tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di liga.
Lini belakang PSM bertumpu pada duet bek tengah Yuran Fernandes dan Aloisio Neto Soares. Keduanya dinilai memiliki koordinasi yang baik, didukung kemampuan membaca permainan dan postur tubuh yang kuat. Di sektor sayap, Victor Luiz dan Syahrul Lasinari berperan menjaga keseimbangan bertahan sekaligus membantu transisi menyerang.
Namun, konsistensi pertahanan PSM menjadi perhatian setelah tim gagal mencatatkan nirbobol dalam empat pertandingan terakhir. Legenda PSM Makassar, Yosef Wijaya, menilai situasi tersebut berkaitan dengan proses adaptasi terhadap pendekatan taktik pelatih Tomas Trucha.
“Sistem pertahanan Tomas Trucha lebih progresif dan menekan lebih tinggi, berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih bertahan di area sendiri,” kata Yosef Wijaya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (2/1/2026).
Ia berharap pelatih asal Eropa itu segera menemukan formula terbaik agar keseimbangan permainan tetap terjaga, terutama menghadapi Borneo FC yang memiliki variasi serangan tinggi. Yosef juga menekankan pentingnya peran Yuran Fernandes dalam mengoordinasikan lini belakang.
Sementara itu, dukungan suporter PSM dipastikan hadir meski terbatas. Ketua The Macz Man Zona Kalimantan Timur, Andy Eriandy Waskita, mengatakan sekitar 300 pendukung akan datang ke Stadion Segiri tanpa atribut klub, sesuai ketentuan panitia dan regulasi PSSI yang masih melarang kehadiran suporter tandang.
“Kalau perkiraan kami sekitar 300-an, bisa bertambah jika perantau ikut bergabung,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
PSM Makassar tercatat cukup kompetitif dalam laga tandang musim ini, dengan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan dari delapan pertandingan. Meski demikian, hingga Jumat malam belum ada konfirmasi resmi terkait susunan pemain inti yang akan diturunkan kedua tim.






























