Manyala.co – FIFA merilis peringkat dunia terbaru pada Senin, 22 Desember 2025, dengan Timnas Indonesia tetap berada di peringkat ke-122, sementara Malaysia turun lima tingkat setelah dijatuhi sanksi akibat pelanggaran regulasi penggunaan pemain.
Dalam pembaruan tersebut, Indonesia mempertahankan posisi yang sama seperti rilis sebelumnya dengan perolehan 1.144,73 poin. Tidak ada perubahan signifikan pada posisi Indonesia karena tidak adanya pertandingan internasional resmi yang berdampak langsung terhadap perhitungan poin FIFA dalam periode evaluasi terakhir.
Sebaliknya, Malaysia mengalami penurunan tajam dan menjadi salah satu negara dengan penurunan peringkat paling signifikan pada rilis kali ini. Tim Harimau Malaya turun dari posisi ke-116 ke peringkat ke-121 setelah kehilangan 22,52 poin dalam pembaruan peringkat dunia tersebut.
Penurunan ini terjadi setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola Malaysia atas pelanggaran regulasi terkait penggunaan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam tiga pertandingan uji coba internasional kategori FIFA matchday. Ketiga laga tersebut sebelumnya masuk dalam perhitungan ranking dunia.
Pertandingan yang dibatalkan FIFA meliputi laga melawan Cape Verde yang berakhir imbang 1-1 pada 29 Mei 2025, kemenangan 2-1 atas Singapura pada 4 September 2025, serta kemenangan 1-0 atas Palestina pada 8 September 2025. FIFA memutuskan membatalkan hasil ketiga pertandingan tersebut dari catatan resmi.
Sebagai konsekuensi, FIFA menetapkan hasil kekalahan 0-3 untuk Malaysia pada seluruh laga tersebut. Selain sanksi teknis, federasi sepak bola Malaysia juga dikenakan denda sebesar 10.000 franc Swiss atau setara sekitar Rp209,6 juta.
Keputusan FIFA tersebut berdampak langsung pada akumulasi poin Malaysia dalam sistem peringkat dunia. Kehilangan poin dari tiga pertandingan internasional membuat posisi Malaysia merosot signifikan dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Sistem peringkat FIFA dihitung berdasarkan hasil pertandingan resmi internasional, termasuk laga persahabatan tier 1, dengan mempertimbangkan kekuatan lawan, kepentingan pertandingan, dan konfederasi. Setiap pembatalan hasil pertandingan akan berpengaruh langsung terhadap perolehan poin negara terkait.
Bagi Indonesia, posisi ke-122 mencerminkan stabilitas peringkat meski belum menunjukkan lonjakan signifikan. Posisi tersebut masih menempatkan Indonesia di papan tengah bawah peringkat Asia, di tengah persaingan ketat antarnegara kawasan.
FIFA menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi pertandingan internasional, termasuk kelayakan pemain, merupakan kewajiban seluruh asosiasi anggota. Pelanggaran administratif dapat berujung pada sanksi teknis dan finansial yang berdampak langsung pada prestasi dan peringkat dunia.
Kasus yang menimpa Malaysia menjadi peringatan bagi federasi sepak bola nasional lainnya untuk memastikan seluruh pemain yang diturunkan memenuhi persyaratan administratif dan regulasi FIFA. Hingga Senin malam, belum ada pernyataan resmi tambahan dari federasi sepak bola Malaysia terkait langkah lanjutan pascasanksi tersebut.






























