Manyala.co – Rekrutmen Tamtama Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali dibuka pada awal 2026, dengan pendaftaran berlangsung sejak akhir Desember 2025 dan diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat di seluruh Indonesia.
Hingga awal Januari 2026, laman resmi Rekrutmen TNI AD belum merilis pengumuman lengkap untuk Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Namun, berdasarkan pola rekrutmen tahun sebelumnya serta informasi dari satuan teritorial, proses pendaftaran telah berjalan sejak 23 Desember 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 29 Januari 2026.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi rekrutmen TNI AD dan dilanjutkan dengan proses validasi langsung di Ajendam atau Ajenrem sesuai wilayah domisili calon. Seluruh tahapan pendaftaran dan seleksi ditegaskan tidak dipungut biaya.
Setelah mengisi formulir pendaftaran daring, calon diwajibkan mencetak formulir daftar serta sejumlah blanko administrasi. Dokumen tersebut dibawa ke Ajendam atau Ajenrem untuk menjalani pemeriksaan awal, yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tato dan tindik, serta verifikasi data administrasi.
Pada tahap awal tersebut, calon yang tidak memenuhi persyaratan langsung dinyatakan gugur. Sementara calon yang memenuhi kriteria fisik dan administrasi akan divalidasi datanya oleh panitia dan resmi terdaftar sebagai peserta seleksi Tamtama Prajurit Karier TNI AD.
Berdasarkan ketentuan yang masih merujuk pada persyaratan tahun sebelumnya, calon Tamtama wajib berstatus warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 24 tahun pada saat pembukaan pendidikan, serta berijazah SMA, MA, atau SMK yang terakreditasi, termasuk Paket C.
Persyaratan fisik menetapkan tinggi badan minimal 158 sentimeter dengan berat badan seimbang. Calon juga harus belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan pertama hingga dua tahun setelahnya, serta bersedia menjalani ikatan dinas pertama minimal 10 tahun.
Selain itu, calon diwajibkan sehat jasmani dan rohani, tidak berkacamata, serta tidak memiliki catatan kriminal. Ketentuan administratif juga melarang kepemilikan tato dan tindik, kecuali karena adat dengan bukti resmi, serta mewajibkan kepemilikan kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat yang aktif.
Rekrutmen ini juga membuka ruang bagi calon yang memiliki prestasi akademik atau nonakademik tingkat nasional. Sertifikat atau piagam prestasi juara satu hingga tiga dapat menjadi nilai tambah dalam proses penilaian seleksi, meski tidak menjadi syarat utama kelulusan.
Tahapan seleksi lanjutan meliputi pemeriksaan administrasi tingkat lanjutan, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, serta penelitian personel. Seluruh proses seleksi dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Panitia Daerah (Panda).
Hingga Senin (5/1/2026), belum ada konfirmasi resmi dari Markas Besar TNI AD terkait jadwal rinci setiap tahapan seleksi. Calon peserta diimbau memantau pengumuman resmi melalui laman rekrutmen TNI AD dan satuan teritorial setempat untuk memastikan keabsahan informasi.
































