Enrekang, Manyala.co – Pemerintah Kabupaten Enrekang bersama sejumlah lembaga kesehatan dan organisasi profesi akan menggelar operasi gratis bagi penderita celah bibir dan lelangit (bibir sumbing) di RSUD Massenrempulu pada 17–19 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bakti sosial tahunan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Enrekang, Polwan Polres Enrekang, Bhayangkari Cabang Enrekang, PKK Provinsi Sulawesi Selatan, PKK Kabupaten Enrekang, Bunda PAUD Enrekang, Dharma Wanita Persatuan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Enrekang, Smile Train Indonesia, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Hasanuddin, hingga Yayasan Celebes Cleft Center.
Sebelum pelaksanaan operasi, panitia akan mengadakan pemeriksaan awal (screening) pada 16 Oktober 2025 di lokasi yang sama. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi calon pasien memenuhi syarat medis dan aman menjalani tindakan operasi.
Ketua PDGI Cabang Enrekang, drg. Nusriati, M.Adm.Kes, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada pihaknya untuk menyelenggarakan kegiatan sosial ini.
“Peserta baksos berasal dari masyarakat Enrekang dan juga dari daerah lain,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (14/10).
Tingkatkan Kesehatan dan Kepercayaan Diri Pasien
Ketua Panitia kegiatan sekaligus Plt. Direktur RSUD Massenrempulu, drg. Rahmad, Sp.BMM, menjelaskan bahwa program ini memiliki tujuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih sehat dan percaya diri.
“Baksos ini bertujuan menolong saudara-saudara kita agar lebih sehat dan lebih percaya diri dengan penampilannya. Sudah cukup banyak yang telah menjalani operasi,” katanya.
Menurut drg. Nusriati, operasi tahun ini mencakup dua kategori pasien: pasien baru serta pasien lanjutan yang masih membutuhkan tahap koreksi tambahan.
“Kali ini operasi dilakukan pada pasien baru dan pasien yang dijadwalkan kembali karena masih ada bagian yang perlu diperbaiki. Misalnya, operasi pertama untuk bibir, kemudian operasi selanjutnya untuk celah pada langit-langit,” jelasnya.
Syarat dan Pendaftaran
Panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon peserta.
- Menyerahkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Usia minimal 3 bulan dengan berat badan minimal 5 kilogram untuk operasi bibir sumbing.
- Usia minimal 18 bulan untuk operasi celah lelangit.
- Kondisi umum pasien harus sehat.
Masyarakat yang ingin mendaftar dapat menghubungi drg. Hj. Epa Sufiana di nomor 0813-4218-5852, drg. Nur Amaliah Riyadh, M.Kes, atau Awal Ramadhani di nomor 0823-9352-3415 dan 0859-5434-1114.
Konteks dan Dampak Sosial
Program operasi bibir sumbing gratis ini telah menjadi kegiatan rutin tahunan di Enrekang dan mendapat dukungan penuh dari lembaga lokal maupun nasional. Smile Train Indonesia, sebagai mitra utama, merupakan organisasi nirlaba internasional yang fokus menyediakan layanan operasi bagi anak-anak dengan kelainan celah bibir dan langit-langit di lebih dari 90 negara.
Pelaksanaan tahun ini diharapkan dapat membantu lebih banyak warga dari daerah terpencil yang selama ini kesulitan mengakses layanan bedah plastik rekonstruktif karena keterbatasan biaya dan fasilitas. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan sosial ini dapat berlangsung secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak penderita kelainan bawaan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Enrekang bersama sejumlah lembaga kesehatan dan organisasi profesi akan menggelar operasi gratis bagi penderita celah bibir dan lelangit (bibir sumbing) di RSUD Massenrempulu pada 17–19 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bakti sosial tahunan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Enrekang, Polwan Polres Enrekang, Bhayangkari Cabang Enrekang, PKK Provinsi Sulawesi Selatan, PKK Kabupaten Enrekang, Bunda PAUD Enrekang, Dharma Wanita Persatuan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Enrekang, Smile Train Indonesia, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Hasanuddin, hingga Yayasan Celebes Cleft Center.
Sebelum pelaksanaan operasi, panitia akan mengadakan pemeriksaan awal (screening) pada 16 Oktober 2025 di lokasi yang sama. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi calon pasien memenuhi syarat medis dan aman menjalani tindakan operasi.
Ketua PDGI Cabang Enrekang, drg. Nusriati, M.Adm.Kes, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada pihaknya untuk menyelenggarakan kegiatan sosial ini.
“Peserta baksos berasal dari masyarakat Enrekang dan juga dari daerah lain,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (14/10).
Tingkatkan Kesehatan dan Kepercayaan Diri Pasien
Ketua Panitia kegiatan sekaligus Plt. Direktur RSUD Massenrempulu, drg. Rahmad, Sp.BMM, menjelaskan bahwa program ini memiliki tujuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih sehat dan percaya diri.
“Baksos ini bertujuan menolong saudara-saudara kita agar lebih sehat dan lebih percaya diri dengan penampilannya. Sudah cukup banyak yang telah menjalani operasi,” katanya.
Menurut drg. Nusriati, operasi tahun ini mencakup dua kategori pasien: pasien baru serta pasien lanjutan yang masih membutuhkan tahap koreksi tambahan.
“Kali ini operasi dilakukan pada pasien baru dan pasien yang dijadwalkan kembali karena masih ada bagian yang perlu diperbaiki. Misalnya, operasi pertama untuk bibir, kemudian operasi selanjutnya untuk celah pada langit-langit,” jelasnya.
































