Manyala.co – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melarang keras aktivitas siswa yang menyalakan petasan dan melakukan balapan liar selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 2025.
Larangan ini disampaikannya lantaran warga dan pengendara dijalan mengeluhkan rombongan siswa sekolah yang bagi-bagi takjil dengan melakukan pawai dan ada yang membawa petasan.
“Demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci, tolong jangan lagi ada siswa yang pawai dan membunyikan petasan. Kita tidak mau petasan mengganggu orang yang sedang mengkhatamkan Al-Qur’an,” kata Appi, pada Senin (17/3/2025).
Appi menegaskan, selain melarang penggunaan petasan, Pemkot Makassar juga melarang aktivitas jual-beli serta membawa dan menyalakan petasan selama Ramadan hingga Lebaran nanti.
Ia khawatir penggunaan petasan tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan diri sendiri dan orang lain.
“Kita tidak mau petasan ini mencelakai. Selain itu, bisa sangat mengganggu orang-orang di sekitarnya,” ujar Appi.
Di sisi lain, Appi juga meminta perhatian dari para orang tua agar ikut mengawasi anak-anak mereka.
Ia berharap para siswa di Makassar dapat menjauhi aktivitas yang bisa memicu gangguan ketertiban umum, seperti menyalakan petasan dan balapan liar.
“Dekat hari raya, frekuensi kendaraan semakin tinggi. Banyak saudara-saudara kita dari daerah datang ke Makassar untuk berbelanja kebutuhan Lebaran, lalu mereka kembali lagi. Jadi saya harap semuanya bisa ditangani dengan baik,” terang Appi.
Maka dari itu, Appi menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan optimal, khususnya dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Mohon dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Jangan lagi kita biarkan hal-hal seperti ini terjadi di tengah masyarakat, apalagi makin dekat dengan Idul Fitri,” tutup Appi.































