Manyala.co – Xiaomi mulai menggulirkan pembaruan sistem operasi terbarunya, HyperOS 3, ke sejumlah perangkat secara global, termasuk Indonesia, dengan dukungan berbasis Android 15 dan Android 16 yang disesuaikan dengan kemampuan perangkat masing-masing.
HyperOS 3 merupakan pengembangan lanjutan dari sistem operasi Xiaomi yang menggantikan MIUI. Sistem ini berjalan di atas platform Android dan dirancang untuk meningkatkan stabilitas antarmuka, efisiensi daya, serta integrasi lintas perangkat dalam ekosistem Xiaomi, mulai dari ponsel, tablet, hingga perangkat wearable.
Berdasarkan informasi resmi perusahaan, pengguliran HyperOS 3 dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 dan akan berlanjut hingga Maret 2026. Distribusi dilakukan melalui pembaruan over-the-air (OTA), dengan waktu penerimaan berbeda tergantung wilayah dan model perangkat.
Xiaomi menyatakan bahwa HyperOS 3 bukan sekadar pembaruan versi Android, melainkan paket sistem menyeluruh yang mencakup perubahan desain antarmuka, peningkatan performa, serta dukungan kecerdasan buatan (AI) di tingkat sistem. Salah satu pembaruan utama adalah penyempurnaan elemen visual antarmuka, termasuk fitur desain yang dikenal sebagai HyperIsland.
Selain perubahan tampilan, HyperOS 3 membawa peningkatan efisiensi baterai dan optimalisasi performa untuk penggunaan harian. Sistem ini juga memperluas integrasi lintas perangkat, memungkinkan sinkronisasi yang lebih mulus antara ponsel, tablet, dan perangkat lain dalam ekosistem Xiaomi.
Pembaruan ini tidak hanya ditujukan bagi perangkat flagship terbaru. Xiaomi telah mengonfirmasi bahwa sejumlah model kelas menengah dan beberapa perangkat lama juga masuk dalam daftar penerima HyperOS 3. Untuk kategori flagship dan premium, pembaruan tersedia bagi seri Xiaomi 15 dan Xiaomi 14, termasuk varian Ultra dan T Series, serta perangkat lipat Xiaomi MIX Fold 3.
Pada segmen menengah, pembaruan mencakup antara lain Redmi Note 14 Pro 5G, Redmi Note 14 Pro+ 5G, Poco X7 dan Poco X7 Pro, Poco F7 Ultra, serta beberapa model Redmi lainnya. Xiaomi juga memasukkan sejumlah tablet dalam daftar, seperti Xiaomi Pad 7 dan Redmi Pad 2 dalam berbagai varian konektivitas.
Meski HyperOS 3 dikaitkan dengan Android 16, tidak seluruh perangkat akan menjalankan versi Android terbaru tersebut. Xiaomi menjelaskan bahwa sebagian model, terutama perangkat yang lebih lama atau kelas entry-level, akan menerima HyperOS 3 berbasis Android 15 karena keterbatasan perangkat keras dan kompatibilitas sistem.
Sebagai contoh, beberapa perangkat generasi sebelumnya tetap mendapatkan pembaruan antarmuka, optimalisasi baterai, serta fitur AI ringan, meskipun tidak menjalankan Android 16 secara penuh. Pendekatan ini memungkinkan Xiaomi mempertahankan dukungan perangkat lebih luas tanpa mengorbankan stabilitas sistem.
Sebelum rilis stabil, Xiaomi telah melakukan uji beta HyperOS 3 sejak Oktober 2025 pada sejumlah model unggulan. Setelah melewati tahap pengujian internal, versi stabil kemudian diperluas ke perangkat lain secara bertahap.
Hingga laporan ini disusun, Xiaomi belum merinci jadwal pasti untuk setiap model di setiap negara. Perusahaan menyarankan pengguna untuk memeriksa ketersediaan pembaruan melalui menu pengaturan perangkat. Tidak ada perubahan kebijakan dukungan perangkat yang diumumkan bersamaan dengan peluncuran ini hingga Minggu malam.
































